Innalilahi, Warga Klirong Ditemukan Tewas Gantung Diri

Korban ditemukan gantung diri di pohon laban dengan ketinggian sekitar enam meter menggunakan tambang plastik warna hijau. 
Innalilahi, Warga Klirong Ditemukan Tewas Gantung Diri
Petugas memeriksa jasad korban (Foto: Humas Polres Kebumen)
www.inikebumen.net KLIRONG - Yuswanto (30), warga Dukuh Singkil RT 04 RW 01 Desa Kedungsari, Kecamatan Klirong, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, Rabu, 20 November 2019. Peristiwa inipun membuat warga setempat gempar.

Informasi yang berhasil dihimpun, pada malam sekitar pukul 19.30 WIB sebelum jasadnya ditemukan, korban berpamitan kepada orangtuanya akan keluar rumah. Korban menyampaikan pesan jika hingga pukul 21.00 belum pulang, dia berada tidak jauh dari rumah.

Setelah lama tak kembali, pihak keluarga mencari korban namun tidak ketemu. Baru pada pagi sekitar pukul 05.00 WIB, korban sudah ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.

Korban ditemukan gantung diri di pohon laban dengan ketinggian sekitar enam meter menggunakan tambang plastik warna hijau. Yang letaknya di sebelah barat lapangan desa setempat dan 50 meter dari rumah korban.

Warga pun melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Klirong.

"Setelah di periksa oleh tim medis dan tim Inafis Polres Kebumen, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," terang Kapolsek Klirong AKP Diyono yang mendatangi TKP bersama Tim Olah TKP Inafis Polres Kebumen.

Setelah selesai dilakukan olah TKP dan pemeriksaan medis, korban diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman mengutarakan keprihatinannya atas banyaknya kejadian bunuh diri di Kebumen.

"Kami sangat menyayangkan banyaknya kasus bunuh diri di Kebumen," kata dia.

Pihaknya berharap kepada masyarakat Kebumen untuk lebih peduli dan memperhatikan keluarga dan lingkungan. Banyak hal yang menjadi pemicu munculnya niat orang untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Seperti sakit menahun yang tak kunjung sembuh.

"Berikan bimbingan rohani kepada orang yang mulai menunjukan tanda tanda putus asa, kalau kita merasa tidak mampu ya bisa minta bantuan tetangga atau orang yang berpengaruh dan memiliki ilmu agama yang cukup," ujarnya.(*)
Powered by Blogger.