Duh! Ratusan Miliar Telah Dukucurkan, Kebumen Tetap Termiskin Kedua di Jawa Tengah

Pada 2016 lalu total anggaran penanggulangan kemiskinan di Kebumen mencapai Rp 650 miliar lebih. Sedangkan, pada 2018 meningkat 40 persen menjadi sebesar Rp 920 miliar lebih.
Duh! Ratusan Miliar Telah Dukucurkan, Kebumen Tetap Termiskin Kedua di Jawa Tengah
Workshop Peningkatan TKP2KD di Hotel Meotel Kebumen, Rabu 20 November 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Meski alokasi anggaran untuk penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kebumen cukup tinggi, namun angka kemiskinannya masih tetap berada diposisi kedua kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

Pada 2016 lalu total anggaran penanggulangan kemiskinan di Kebumen mencapai Rp 650 miliar lebih. Sedangkan, pada 2018 meningkat 40 persen menjadi sebesar Rp 920 miliar lebih.

Kebijakan anggaran tersebut dialokasikan untuk program-program penanggulangan kemiskinan baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, Provinsi, APBN maupun dari sektor swasta juga cukup besar.

Ketua Harian Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2KD) Kabupaten Kebumen Pudji Rahayu, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam untuk penanggulangan kemiskinan.

Diantaranya, beasiswa siswa miskin, Jamkesda, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), angkutan gratis untuk masyarakat miskin, pembangunan embung, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kredit usaha rakyat, serta pentasyarufan Zakat Infaq dan Sodaqoh oleh Baznas.

Pemkab Kebumen menyelenggarakan workshop peningkatan kapasitas TKP2KD Kebumen di Hotel Meotel Kebumen, Rabu 20 November 2019. Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto itu untuk mengupas tuntas terkait masalah kemiskinan di Kabupaten Kebumen.

Arif Sugiyanto, mengatakan selama kurun waktu tiga tahun terakhir (2015-2018), persentase penduduk miskin di Kabupaten Kebumen turun dari 20,44 persen menjadi 17,47 persen pada 2018.

Atau jumlah penduduk miskin telah berhasil diturunkan sebesar 2,97 persen dengan jumlah penduduk miskin terentaskan 33.240 jiwa. Atau rata-rata penurunan penduduk miskin 11.080 jiwa per tahun.

"Penurunan angka kemiskinan ini dapat kita capai berkat komitmen dan kerja sama seluruh stakeholders pembangunan dalam melaksanakan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan," bebernya.

"Meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen dapat terus kita reduksi, sampai saat ini kemiskinan masih menjadi isu yang mengemuka dalam pembangunan daerah," imbuhnya.

Hadir pada acara tersebut, Kepala BAP3DA Kebumen Pudji Rahaju, para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab. Serta Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2KD) Kabupaten Kebumen.

Warkshop itu menghadirkan narasumber dari Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden RI Edi Syafrizal dan Kepala BPS Kebumen Sri Handayani.(*)
Powered by Blogger.