Islam Tidak Ajarkan untuk Menebar Teror, Apalagi Bom Bunuh Diri

"Jika ada teroris mengatasnamakan Islam, itu salah! Islam adalah kedamaian. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang kondusif,"
Islam Tidak Ajarkan untuk Menebar Teror, Apalagi Bom Bunuh Diri
Ponpes Al Hasani menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat, 15 November 2019.
www.inikebumen.net KEBUMEN - Ponpes Al Hasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polrestabes Medan, pada Rabu 13 November 2019.

"Ini adalah oknum, bukan Islam. Di dalam Islam tidak ada ajaran untuk menebarkan teror apalagi bom bunuh diri," tegas Pengasuh Ponpes Al Hasani, Gus Fachrudin, saat Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes tersebut, Jumat, 15 November 2019.

"Jika ada teroris mengatasnamakan Islam, itu salah! Islam adalah kedamaian. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang kondusif," sambungnya.

Paham radikalisme dan terorisme kian meresahkan. Banyak teroris yang ditangkap oleh Densus 88 adalah anak muda generasi bangsa. Persoalan ini tidak hanya tanggung jawab Polri saja dalam penanggulangannya. Namun ada peran dari orang terdekat untuk mengawasi anggota keluarga jangan sampai terpapar faham radikal yang merugikan.

Selanjutnya peran para guru pun sangat dibutuhkan untuk menjadi tameng muridnya agar tidak terjerumus ke dalam paham radikalisme.

Melalui Program Perpolisian anak yang dilakukan oleh Polres Kebumen, para polisi masuk ke sekolah menjadi pembina Upacara Bendera Merah Putih  dan memberikan gambaran bahaya faham radikal untuk masa depan bangsa.

Bahkan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan pun turun langsung memasuki sejumlah sekolah yang ada di kebumen. Setiap hari Senin, akan ada sekolah yang akan dikunjungi oleh Polres Kebumen. Hal ini dilakukan agar tidak ada pelajar di Kebumen terpapar paham radikal.

"Melalui kegiatan Perpolisian anak, diharapkan para pelajar akan menjadi polisi untuk dirinya dan keluarganya. Jadi dengan program ini, kami harapkan para pelajar akan menolak jika ada ajakan tentang faham radikalisme," kata Rudy.(*)
Powered by Blogger.