Wabah Virus Corona, Begini Kondisi Mahasiswi Asal Kebumen di Wuhan China

Mahasiswa Kebumen di Wuhan
Wabah Virus Corona, Begini Kondisi Mahasiswi Asal Kebumen di Wuhan China
Tangkapan layar Yessi Liana Putri saat ngevlog melalui chanel YouTube YES VLOG
www.inikebumen.net KEBUMEN - Yessi Liana Putri, mahasiswi asal Kebumen menjadi salah satu WNI yang saat ini berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Sebagaimana pemberitaan, kota ini diisolasi akibat merebaknya wabah virus corona atau 2019-nCov.

Saat diwawancarai pada program Aiman Spesial Wabah Virus Korona yang ditayangkan Kompas TV, Senin, 27 Januari 2020 pukul 20.00 WIB, Yessi menceritakan kondisinya di Kota Wuhan.

Warga Jalan Pramuka Kelurahan/Kecamatan Kebumen ini mengatakan dirinya bersama mahasiswa asal Indonesia lain dalam kondisi baik. Sejauh ini tidak ada yang terinfeksi virus corona.

"Yang diisolasi hanya Wuhan. Jadi kita masih bebas bepergian di Wuhan, tapi karena ada virus Corona kita mengurangi untuk bepergian ke luar," tuturnya, yang dihubungi melalui sambungan telpon.

Dia bersama mahasiswa lainnya, saat ini lebih banyak berada di dalam asrama. Keluar dari asrama hanya untuk keperluang sangat penting saja, seperti untuk membeli makanan.

"Untuk pergi ke market, atau beli bahan makanan dan lain-lain kita disini masih diperbolehkan," ujarnya.

Selain karena wabah virus corona, Kota Wuhan terlihat lebih sepi karena saat ini sedang libur Imlek.  

"Kalau keluar untuk bertemu dengan orang di luar asrama, kita memang diharuskan menggunakan masker. Kita disini disarankan menggunakan masker N95, kalau tidak bisa mendapatkannya kita menggunakan masker dobel," kata Yessi.

Yessi juga sempat membagikan kondisinya  melalui chanel YouTube YES VLOG. Pada video berdurasi 3.55 menit itu, memperlihatkan situasi langsung di Wuhan. Terlihat jalan raya di Wuhan mulai kosong karena transportasi umum dihentikan.

Yessi juga menyampaikan pesan agar para orang tua agar tidak terlalu khawatir dengan kondisinya di Kota Wuhan.

Kota Wuhan terbentang di tepi Sungai Yangtze yang dikenal secara historis rawan banjir. Wuhan membentang sepanjang 8.500 kilometer persegi, lima kali ukuran London Raya, dan mencakup daerah pedesaan serta kota yang luas, dikutip dari Reuters.

Transportasi keluar masuk Wuhan ditutup. Pemerintah mengimbau agar warga tidak terlalu sering keluar rumah. Pun jalanan terlihat lebih sepi dari biasanya.

Menurut South China Morning Post, beberapa gambar yang beredar di media sosial menunjukkan koridor rumah sakit penuh sesak, ketika orang-orang yang semuanya mengenakan masker wajah, menunggu konsultasi.

Ada pula gambar viral di media sosial menunjukkan orang terkapar di rumah sakit atau dijalan. Rio tidak bisa memverifikasi gambar atau video penuh sesak di rumah sakit di Wuhan.(*)
Powered by Blogger.