Di Padureso Ada 64 Balita Menderita Stunting, Ternyata Ini Penyebabnya

"Permasalahan stunting dimulai dari masa remaja atau sekolah dan saat hamil. Bukan tiba-tiba ada balita stunting,"
Di Padureso Ada 64 Balita Menderita Stunting, Ternyata Ini Penyebabnya
Kepala Dinas Kesehatan saat menyampaikan paparannya. (Foto: Instagram Kecamatan Padureso)
www.inikebumen.net PADURESO - Permasalahan stunting bukan hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan. Tetapi juga tanggungjawab seluruh stakeholder.  

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Dwi Budi Satrio, mengatakan tanggung jawab stunting tidak hanya pihak Dinas Kesehatan. Namun juga beberapa pihak lain seperti kelautan, pertanian, juga perdagangan. Sebab, dari aspek-aspek itulah yang menentukan pemenuhan pangan dan gizi di masyarakat

"Permasalahan stunting dimulai dari masa remaja atau sekolah dan saat hamil. Bukan tiba-tiba ada balita stunting," kata Budi Satrio, pada lokakarya mini tribulanan lintas sektor di Pendopo Kecamatan Padureso, Kamis, 27 Februari 2020.

Oleh karenanya, Dinas Pendidikan diminta untuk aktif memberikan edukasi dan melakukan tindakan preventif dengan memberikan vitamin kepada pelajar SMA.

Selain itu, pada saat pra nikah juga harus dilakukan pemeriksaan kesehatan. "Hingga masa kehamilan, penting untuk dilakukan pemeriksaan secara rutin," ujarnya.

Sesuai dengan data yang dimiliki oleh Puskesmas Padureso, terdapat 64 balita laki-laki dan perempuan yang menderita stunting.

"Ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak bertambah lagi. Akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan juga mesti ditingkatkan," tegasnya.

Hadir pada acara itu, Camat Padureso Anton Purwanto, Muspika dan Kepala Desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu se-Kecamatan Padureso.

Sementara itu, dari 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ada, sebanyak 7 indikator telah tercapai 100 persen. Meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan bayi baru lahir.

Kemudian, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia lanjut. Selanjutnya, pelayanan kesehatan penderita hipertensi dan pelayanan kesehatan ODGJ.

Sedangkan 5 indikator lainnya belum tercapai 100 persen. Yaitu pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan usia produktif, pelayanan kesehatan penderita DM, pelayanan kesehatan orang terduga TB dan pelayanan kesehatan orang berisiko HIV.

Menyikapi capaian tersebut, Camat Padureso meminta agar desa mengajukan program kesehatan di Musrenbang Desa masing-masing.(*)
Powered by Blogger.