Sistem Imun Masyarakat Kabupaten Kebumen Menghadapi Pandemi Covid-19

Sebagian Besar Masyarakat Kabupaten Kebumen Tidak Menderita Gangguan Fisik
Sistem Imun Masyarakat Kabupaten Kebumen Menghadapi Pandemi Covid-19
Yusuf Munandar
INI Kebumen, UNTUK menghadapi pandemi Covid-19, Menteri Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dari sisi teori, upaya pembatasan sosial (social distancing) merupakan upaya preventif yaitu upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Selain pembatasan sosial yang diatur oleh pemerintah, upaya preventif lain untuk menghadapi pandemi Covid-19 adalah dengan menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh tetap kuat.

Secara umum, salah satu yang menurunkan sistem imun adalah penyakit bawaan atau penyakit yang sudah ada atau sudah menimpa seseorang. Itulah sebabnya orang yang sudah memiliki penyakit bawaan seperti pneumonea, TBC, hipertensi, dan lain-lain, cenderung lebih mudah terkena penyakit ketika terpapar virus Covid-19.

Selain penyakit bawaan, stres yang tidak terkelola dengan baik juga menurunkan sistem imun. Hal ini terjadi karena stres yang berkepanjangan akan meningkatkan produksi hormon kortisol yang selanjutnya mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi, salah satu contoh misalnya infeksi dari virus Covid-19.

Selain penyakit bawaan dan stres, yang juga menurunkan sistem imun adalah usia seseorang. Hal ini karena secara alami, makin tua seseorang maka makin lemah sistem imun atau daya tahan dari tubuh orang tersebut.

Sebagian Besar Masyarakat Kabupaten Kebumen Tidak Menderita Gangguan Fisik
Data mengenai jenis penyakit bawaan spesifik yang diderita oleh masyarakat Kebumen cukup sulit untuk didapat. Oleh karena itu untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat Kebumen yang memiliki penyakit bawaan bisa didekati melalui seberapa banyak masyarakat Kebumen yang menderita gangguan fisik atau menderita gejala atau symptom yang mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat Kebumen.

Contoh dari gangguan fisik atau symptom tersebut antara lain kesulitan atau gangguan dalam berjalan atau naik tangga, kesulitan dalam menggunakan atau menggerakkan tangan atau jari, kesulitan atau gangguan untuk berbicara atau untuk memahami dan berkomunikasi, dan kesulitan untuk mengurus diri sendiri.

Berdasarkan data Susenas 2019, jumlah seluruh penduduk Kabupaten Kebumen tahun 2019 adalah sebanyak 1.197.269 orang. Survei mengenai gangguan fisik diberikan kepada penduduk Kabupaten Kebumen yang berumur 2 tahun ke atas yang berjumlah 1.154.623 orang.

Dari data Susenas 2019, bisa diketahui bahwa pada dasarnya sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen adalah masyarakat yang memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang cukup kuat. Hal ini bisa terjadi karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen yaitu sebanyak 1.101.740 orang atau 92,02% dari seluruh penduduk Kabupaten Kebumen, sama sekali tidak mengalami gangguan fisik berupa kesulitan atau gangguan dalam berjalan atau naik tangga.

Sedangkan dari seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen (yang berumur 2 tahun ke atas) yang mengalami kesulitan atau gangguan dalam berjalan atau naik tangga yaitu berjumlah sebanyak 52.883 orang, sebagian besarnya yaitu 73,49% (38.862 orang) hanya mengalami sedikit kesulitan dalam berjalan atau naik tangga. Sisanya yaitu sebanyak 12.532 orang atau 23,70% mengalami banyak kesulitan dan sebanyak 2,82% (1.489 orang) sama sekali tidak bisa berjalan atau naik tangga.

Dilihat dari gangguan berupa kesulitan dalam menggunakan atau menggerakkan tangan atau jari, sebagian besar yaitu sebanyak 1.127.040 orang atau 94,13% dari seluruh penduduk Kabupaten Kebumen, sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan atau menggerakkan tangan atau jari.

Sedangkan dari seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen (yang berumur 2 tahun ke atas) yang mengalami kesulitan dalam menggunakan atau menggerakkan tangan atau jari yang jumlahnya adalah sebanyak 27.583 orang, sebagian besarnya yaitu 88,03% (24.281 orang) hanya mengalami sedikit kesulitan dalam menggunakan atau menggerakkan tangan atau jari. Sisanya yaitu sebanyak 11,31% (3.119 orang) mengalami banyak kesulitan dan sebanyak 0,66% (183 orang) sama sekali tidak bisa menggunakan atau menggerakkan tangan atau jari.

Dan bila melihat dari gangguan berupa kesulitan untuk berbicara atau untuk memahami dan berkomunikasi, sebagian besar yaitu sebanyak 1.126.557 orang, atau 94,09% dari seluruh penduduk Kabupaten Kebumen di tahun 2019, sama sekali tidak mengalami kesulitan untuk berbicara atau untuk memahami dan berkomunikasi.

Sedangkan dari seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen (yang berumur 2 tahun ke atas) yang mengalami kesulitan untuk berbicara atau kesulitan untuk memahami dan berkomunikasi yang jumlahnya adalah 28.066 orang, sebagian besarnya yaitu 68,58% (19.247 orang) hanya mengalami sedikit kesulitan untuk berbicara atau untuk memahami dan berkomunikasi. Sisanya yaitu sebanyak 27,05% (7.593 orang) mengalami banyak kesulitan dan sebanyak 4,37% (1.226 orang) sama sekali tidak bisa berbicara atau memahami dan berkomunikasi.

Sementara itu, dilihat dari gangguan berupa kesulitan untuk mengurus diri sendiri, sebagian besar yaitu 1.134.032 orang atau 94,72% dari seluruh penduduk Kabupaten Kebumen di tahun 2019, sama sekali tidak mengalami kesulitan untuk mengurus diri sendiri.

Sedangkan dari seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen (berumur 2 tahun ke atas) yang mengalami kesulitan untuk mengurus diri sendiri yang jumlah totalnya adalah sebanyak 20.591 orang, sebagian besarnya yaitu 53,79% (11.076 orang) hanya mengalami sedikit kesulitan untuk mengurus diri sendiri. Sisanya yaitu sebanyak 27,13% (5.586 orang) mengalami banyak kesulitan dan sebanyak 19,08% (3.929 orang) sama sekali tidak bisa mengurus diri sendiri.

Dari penjelasan di atas, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen berada dalam kondisi yang tidak memiliki gangguan fisik yang signifikan sehingga diharapkan bisa memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang cukup kuat sehingga bisa sehat dan selamat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sebagian Besar Masyarakat Kabupaten Kebumen Bisa Mengelola Stres Dengan Baik


Bagaimanakah cara mengetahui tingkat stres masyarakat Kabupaten Kebumen? Bagaimana mengetahui jumlah masyarakat Kabupaten Kebumen yang bisa dan tidak bisa mengelola stres dengan baik?

Secara sangat sederhana, untuk mengetahui tingkat stres masyarakat Kabupaten Kebumen, atau untuk mengetahui jumlah masyarakat Kabupaten Kebumen yang bisa dan tidak bisa mengelola stres dengan baik, bisa diambil beberapa data yang sudah ada dalam Susenas 2019.

Data tersebut antara lain adalah data mengenai jumlah orang yang mengalami gangguan perilaku atau gangguan emosional dan jumlah orang yang mengalami kesulitan atau gangguan dalam hal mengingat atau berkonsentrasi.

Pada tahun 2019, dari jumlah penduduk Kabupaten Kebumen sebanyak 1.197.269 orang, sebagian besarnya yaitu 95,25% (1.140.441 orang), sama sekali tidak mengalami gangguan perilaku maupun gangguan emosional.

Dikaitkan dengan tingkat stres, secara sederhana hal ini bisa dinyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen memiliki tingkat stres yang cukup rendah atau juga bisa dinyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen bisa mengelola stres dengan baik.

Dari sejumlah 14.182 orang penduduk Kabupaten Kebumen yang mengalami gangguan perilaku ataupun gangguan emosional, sebagian besarnya yaitu 76,52% (10.852 orang) mengalami gangguan perilaku dan emosional dengan kadar yang hanya sedikit saja. Sisanya yaitu sebanyak 11,07% (1.570 orang) mengalami gangguan perilaku dan emosional dengan kadar sering. Dan sebanyak 12,41% atau 1.760 orang selalu mengalami gangguan perilaku/emosional.

Pada tahun 2019, sebagian besar penduduk Kabupaten Kebumen (yang berumur 2 tahun ke atas) yaitu sebanyak 92,45% berada dalam keadaan tidak mengalami kesulitan dalam mengingat dan/atau berkonsentrasi. Jumlah orangnya yaitu 1.106.897 orang.

Dari sejumlah 47.726 orang penduduk Kabupaten Kebumen yang mengalami kesulitan dalam mengingat dan/atau berkonsentrasi, sebagian besarnya yaitu 74,80% (35.697 orang) mengalami kesulitan dalam mengingat dan/atau berkonsentrasi dengan kadar yang hanya sedikit saja.

Sisanya yaitu sebanyak 17,06% (8.140 orang) mengalami kesulitan dalam mengingat dan/atau berkonsentrasi dengan kadar sering. Dan sebanyak 8,15% atau 3.889 orang selalu mengalami kesulitan dalam mengingat dan/atau berkonsentrasi.

Dari penjelasan di atas, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Kebumen berada dalam kondisi yang bisa mengelola stres dengan baik atau memiliki tingkat stres yang cukup rendah sehingga diharapkan masyarakat Kabupaten Kebumen bisa tetap memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang cukup kuat sehingga bisa sehat dan selamat dalam menghadapi pandemi Covid-19.(*)

Yusuf Munandar
Peneliti pada Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan

(Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan institusi tempat penulis bekerja)
Powered by Blogger.