Batal jadi Kodim, Bekas RSUD Kebumen Bakal jadi Kampus UNS

Kita kan sudah MoU dengan UNS terkait pengembangan SDM.
Batal jadi Kodim, Bekas RSUD Kebumen Bakal jadi Kampus UNS
Bekas Gedung RSUD Kebumen yang mangkrak.
INI Kebumen, KEBUMEN - Gedung bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen di Dukuh Bojong, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen akan dimanfaatkan menjadi Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS).

Keputusan ini diambil menyusul batalnya tempat tersebut jadi Makodim 0709/Kebumen.

"Kita kan sudah MoU dengan UNS terkait pengembangan SDM. Salah satunya diimplementasikan dengan memanfaatkan bekas RSUD jadi kampus," kata Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, usai melaunching Aplikasi Pancen Maen di Hotel Mexolie Kebumen, Rabu 25 Agustus 2020.

Bupati mengaku pihaknya telah bertemu dengan Wakil Rektor UNS Profesor Guntoro untuk membahas lebih lanjut mengenai pembangunan gedung tersebut.

Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin berat membutuhkan SDM yang benar-benar berkualitas.

Pihaknya mengupayakannya dengan menyiapkan fasilitas pendidikan yang memadai, termasuk adanya perguruan tinggi negeri di Kebumen.

Baca juga: 71 Tahun Numpang, Makodim 0709 Kebumen Rencananya Bakal Dipindah ke Bekas RSUD Lawas

Saat ini, lanjut Bupati, masih dalam pembahasan, termasuk melakukan survei untuk menentukan fakultas apa yang akan dibuka. "Mudah-mudahan 2021 sudah mulai prosesnya," ujar Yazid Mahfudz.

Untuk diketahui gedung yang tak difungsikan dari  aktifitas RSUD Kebumen pada Maret 2014 tersebut, sebagian ada yang sudah difungsikan untuk Rumah Singgah Dosaraso.

Yaitu, tempat rehabilitasi penderita gangguan jiwa yang dikelola Dinas Sosial dan PPKB Kebumen, sejak 2018.

Menilik riwayat RSUD Kebemen itu tergolong bangunan tua dan telah menjadi cagar budaya. Sebab eks RSUD itu didirikan pada 1916 dengan nama Zending Hospital Panjurung. Yakni sebuah layanan rumah sakit yang dikelola Yayasan Kristen Hindia Belanda.

Kala itu lokasi rumah sakit sangath strategis. Dekat Stasiun Kereta Api (KA) Kebumen, dekat dari pabrik minyak Sari Nabati yang juga eks perusahaan Belanda, serta tak jauh dari Sungai Lukulo, sungai terbesar di Kebumen.

Setelah Belanda kalah perang, Zending Hospital Panjurung ikut dikuasai Jepang pada 1942. Namun pada 1945 rumah sakit itu pun diambil alih pemerintah RI. Sejak itu secara bertahap hingga 1950 rumah sakit umum

tersebut dikelola Pemkab Kebumen hingga 2015 lalu pindah ke Jalan Lingkar Selatan. Jadilah rumah sakit yang berdiri di atas tanah seluas 29.449 m2 dan bangunannya seluas 6.100 m2 itu merana.(*)
Powered by Blogger.