pendaftaran mahasiswa baru UPB

Harta dan Anak Sebagai Ujian

Oleh: Kang Juki
Harta dan Anak Sebagai Ujian
Kang Juki
INI Kebumen - SETIAP kali merayakan Idul Adha, maka kita akan diingatkan kembali peristiwa yang dialami keluarga Nabi Ibrahim as.

Ketaatannya dalam menjalankan perintah Allah SWT patut dijadikan suri tauladan bagi umat Islam. Meskipun perintah itu berat, karena bukan hanya mengorbankan harta tapi juga mengorbankan anaknya sendiri.

Jika bagi Nabi Ibrahim as, harta dan anak menjadikannya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, banyak manusia yang justru sebaliknya. Karena itu dalam Al Quran surat Al Munafiqun ayat 9 diingatkan,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi."

Ada beberapa ayat lain yang semakin menguatkan pesan tersebut. Seperti dalam surat At-Taghabun ayat 15,  “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Juga dalam surat Asy-Syu’ara` ayat 88-89,  “(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.”

Boleh jadi seseorang bisa saja hafal ayat-ayat tersebut, bahkan mampu menjelaskan penafsirannya di luar kepala, namun saat mengalaminya sendiri belum tentu mampu menerapkannya.

Atas nama mencari rezeki, berkembang menjadi nafsu memiliki harta, orang bisa dengan mudahnya melupakan Allah SWT. Dalam arti mengabaikan perintah dan larangannya.

Sudah terpenuhi nisab dari harta yang dimilikinya, terus saja beralasan agar tidak mengeluarkan zakat. Larangan berlaku curang dalam berdagang, diabaikan karena tergoda keuntungan yang menggiurkan.

Demikian juga kasih sayang terhadap anak, bisa membuat orang tua lalai mengingat Allah SWT. Kebutuhan anak yang menumpuk, bisa membuat gelap mata dalam bekerja atau berusaha. Atas nama membahagiakan anak, bisa menghalalkan segala cara.

Momentum Idul Adha mestinya menjadi pengingat umat Islam, agar bisa meneladani Nabi Ibrahim as. Harta dan anak yang dimilikinya, membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jika belum bisa mengikuti jejak sepenuhnya, setidaknya jangan sampai harta dan anak melalaikan diri dari mengingat Allah SWT. Wallahu a'lam bish-shawab.(*)

Kang Juki
Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman Kebumen.
Powered by Blogger.