pendaftaran mahasiswa baru UPB

Melonjak, Positif Covid-19 di Kebumen Tembus 101 Kasus di Hari Raya Idul Adha

Kasus melonjak
Melonjak, Positif Covid-19 di Kebumen Tembus 100 Kasus di Hari Raya Idul Adha
Relawan PMI Kebumen melakukan penyemprotan disinfektan
INI Kebumen, KEBUMEN - Setelah sehari sebelumnya ada 11 kasus positif dalam sehari, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen kembali melaporkan penamahan kasus, Jumat 31 Juli 2020.

Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, ada tiga kasus baru di Kebumen. Sehingga total kasus positif Covid-19 mencapai 101.

Tiga pasien baru yaitu, BS (58) laki-laki warga Kecamatan Kebumen. Yang bersangkutan memiliki riwayat bolak-balik ke Purworejo.

Kemudian, NFDC (25) perempuan warga Kecamatan Kebumen dan DMP (24) perempuan warga Kecamatan Prembun. Keduanya memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Dikutip dari corona.kebumenkab.go.id, 31 Juli 2020 pukul 23.23, pasien positif sebanyak 101 orang. Meliputi 34 orang dirawat, 65 sembuh dan 2 meninggal dunia.

Pasien Dalalm Pengawasan (PDP) tercatat 297, terdiri 5 masih dalam pengawasan, 53 selesai pengawasan. Kemudian, 214 dinyatakan negatif dan 25 meninggal dunia tanpa hasil lab.

Sedangkan, Orang Dalam Pengawasan (ODP) tercatat 3.345. Meliputi 55 orang porses pemantauan dan 3.290 selesai pemantauan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kebumen melakukan tes swab terhadap 372  orang guru guru yang bekerja di Kabupaten Kebumen namun bertempat tinggal di luar Kebumen. Mereka sebelumnya tidak menjalani rapid test.

Ke-372 orang  guru itu termasuk kelompok profesi yang rawan tertular atau menularkan virus Corona.

"Pelaksanaan pengambilan swab dilakukan  bertahap. Tahap pertama ada 100 guru," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kebumen, Kusbiyantoro.

Ada 3 swab hasil  laborotorium terkonfirmasi Covid-19. “Ketiga orang guru itu tinggal di Purworejo,” ujarnya.

Pengambilan swab tahap kedua dilakukan Rabu 29 Juli 2020 di Klinik unit Pengobatan Penyakit Paru Paru Kebumen.

Selain itu, juga telah dilakukan pengambilan swab terhadap 52 orang petugas Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka juga dikategorikan rawan tertular atau menularkan karena berhubungan dengan banyak orang ketika proses akad nikah.(*)
Powered by Blogger.