pendaftaran mahasiswa baru UPB

SIMULASI! Pendukung Paslon Nomor Urut 3 Berbuat Anarkis

Polres Kebumen Simulasikan Pengamanan Pilkada 2020
SIMULASI! Pendukung Paslon Nomor Urut 3 Berbuat Anarkis
Simulasi Pengamanan Pilkada. (Foto: Humas Polres Kebumen)
INI Kebumen, KEBUMEN - Rangkaian Pilkada Kebumen 2020 memanas. Ratusan warga yang mengatasnamakan pendukung Paslon nomor urut 3 berbuat anarkis.

Hal tersebut dipicu dari ketidakpuasan terhadap rekap penghitungan suara di tingkat KPU Kabupaten Kebumen.

Imbasnya, kantor gedung KPU Jalan Arungbinang Kebumen diserang oleh sekelompok masyarakat.

"Penghitungan suara, diulang. Pemilu tidak sah. Banyak kecurangan. Diulang! Diulang! Diulang!", teriak massa.

Situasi semakin memanas, selanjutnya Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan memerintahkan pasukan Dalmas Sat Samapta untuk membubarkan massa.

Namun hal tersebut semakin menyulut emosi massa, karena salah satu dari mereka ada yang pingsan saat berunjuk rasa, serta permintaan untuk penghitungan ulang ditolak KPU karena tanpa dasar yang kuat.

Dengan sangat terpaksa, Polres Kebumen melakukan upaya represif menerjunkan Dalmas Lanjut, lengkap kendaraan "water canon". 30 menit kemudian, massa memilih membubarkan diri setelah tim Raymas melontarkan gas air mata.

Namun demikian, situasi belum sepenuhnya kondusif. Warga tak langsung kembali ke rumah, tapi melakukan aksi di tempat lain.

Perusuh berbuat onar di jalan, serta melakukan penjarahan di toko-toko di Jalan A Yani Kebumen.

Kendaraan mobil logistik juga turut disandera dalam kesempatan itu. Pria yang membekali diri dengan sajam jenis parang harus dilumpuhkan petugas.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi mengungkapkan, kejadian itu hanyalah simulasi.

"Ini adalah simulasi penanggulangan anarkis dalam rangkaian Pilkada 2020. Kita simulasikan mulai dari tahapan pengawalan logistik Pemilu menuju KPU, tahap kampanye, masa tenang, pemungutan suara dan penghitungannya. Mudahan-mudahan ini hanya simulasi saja. Kita berharap Kebumen kondusif," ungkap AKBP Rudy.

Namun demikian, dari simulasi ini diharapkan para personel Polres Kebumen mengetahui gambaran bagaimana mengatasi masalah jika situasi tersebut benar terjadi.(*)
Powered by Blogger.