pendaftaran mahasiswa baru UPB

Menikmati Eksotisme Sungai Lukulo di Taman Balai Malang

Destinasi baru di Kebumen

Menikmati Eksotisme Sungai Lukulo di Taman Bale Malang
Taman Bale Malang Desqa Karangrejo, Karanggayam
INI Kebumen, KARANGGAYAM - Pesona Sungai Lukulo yang membelah Kabupaten Kebumen menjadi dua "kawasan sosiologis", kulon kali (barat sungai) dan wetan kali (timur sungai), telah banyak diketahui. Namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk menjadi salah satu destinasi wisata.

Salah satu desa yang dilalui Sungai Lukulo adalah Desa Karangrejo, Kecamatan Karanggayam. Desa ini berada di sebelah barat Bendungan Kaligending, yang memanfaatkan aliran Sungai Lukulo untuk irigasi pertanian desa-desa di sekitarnya.

Menikmati Eksotisme Sungai Lukulo di Taman Bale Malang
Salah satu spot untuk selfi

Pemandangan alam Bendungan Kaligending, dari tepi Sungai Lukulo, Desa Karangrejo, sangat eksotis. 

Menurut Muhammad Daud Yusuf, salah seorang pemuda desa setempat, sudah sejak lama sebenarnya telah ada gagasan untuk menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kebumen.

"Namun baru pada bulan Desember 2020 bisa direalisasikan pembukaan destinasi wisata Taman Balai Malang," jelas pemuda yang akrab dipanggil Mudayus ini.

Menikmati Eksotisme Sungai Lukulo di Taman Bale Malang
Destinasi baru ini cocok jadi tempat tongkrongan

Terwujudnya Taman Balai Malang yang berada di sisi barat Bendungan Kaligending ini tak lepas dari  semangat gotong royong masyarakat dan dukungan Kepala Desa Karangrejo, Achmad Bahrun, SH.

"Pak Kades berharap ke depan dengan adanya desa wisata akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga dan perekonomian Desa Karangrejo," imbuh Mudayus.

Pilihan nama Taman Balai Malang, karena di lokasi tersebut ada gasebo yang dulunya konon sempat hanyut terbawa arus Sungai Lukulo tapi kemudian kembali lagi.

Menikmati Eksotisme Sungai Lukulo di Taman Bale Malang
Taman di Taman Bale Malang

"Gasebo tersebut dianggap bisa menghalangi arus Sungai Lukulo sehingga disebut Bale Malang, atau dalam bahasa Indonesianya melintang," lanjut Mudayus.

Destinasi wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Harapan Muda bekerja sama dengan BUMDes Rejo Abadi ini dikonsep dengan menggabungkan unsur klasik dan estetika modern.

"Selain menikmati keindahan pemandangan alamnya, pengunjung bisa menikmati kuliner khas Karanggayam seperti nasi oyek, peyek, klubanan dan jamu tradisional. Ke depannya diharapkan juga bisa diisi penampilan seni tradisional Karanggayam, seperti seni hadroh, jamjaneng atau kuda lumping," ujar Mudayus mempromosikan.

Menikmati Eksotisme Sungai Lukulo di Taman Bale Malang
Lokasi ini juga dilengkapi dengan sejumlah saung

Taman Balai Malang Desa Karangrejo mudah dijangkau dari kota Kebumen karena cuma berjarak sekitar 18 km ke arah utara. Jika ditempuh dengan kendaraan pribadi hanya membutuhkan waktu sekitar 37 menit.

"Dari arah kota Kebumen setelah melewati jembatan Tembana terus ke utara melalui Jalan Pejagoan-Karanggayam. Kondisi jalan sudah cukup bagus," terang Mudayus.

Sampai saat ini Taman Bale Malang memang belum selesai pembangunannya sesuai konsep yang telah digagas.

"Sehingga belum dilaunching secara resmi, namun sudah boleh dikunjungi," pungkas Mudayus.(*)

Powered by Blogger.