pendaftaran mahasiswa baru UPB

Duh, Serapan Air Bersih PDAM Kebumen Masih Rendah

Perumda Air Minum Kebumen juga melakukan inovasi.

Duh, Serapan Air Bersih PDAM Kebumen Masih Rendah
Paparan Tim SPAM Regional Keburejo
INI Kebumen, KEBUMEN - Pembangunan penyediaan air bersih Provinsi Jawa Tengah di Kebumen memiliki kapastias sekitar 300 liter per detik, namun serapannya  baru berkisar 60 persen. Diperlukannya sosialisasi lebih ke masyarakat pentingnya menggunakan air bersih.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan hal itu usai mengikuti Paparan Tim SPAM REGIONAL KEBUREJO (Kebumen Purworejo) terkait Pengarahan Optimalisasi Aset Negara Kepada Pimpinan Daerah, di Semarang, Rabu, 21 April 2021.

Bupati mengakui, penggunaan air bersih di Kabupaten Kebumen terbilang masih rendah. Padahal air bersih sangat penting terutama bagi kesehatan. Ini perlunya Perumda Air Minum Kebumen lebih gencar memberikan pemahaman ke masyarakat agar mereka mengerti, memahami dan menggunakan air bersih.

"Ini penting, PDAM Kebumen Harus bisa mengetahui bagaimana caranya agar masyarakat bisa peduli dengan penggunaan air bersih," ujar Bupati.

Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa sebagai BUMD milik Pemkab Kebumen terus berupaya meningkatkan cakupan layanan dengan memberikan promo dan diskon pada awal Ramadan 1442 H.

Untuk pemasangan Sambungan Rumah PDAM dari Rp 1.750.00 menjadi Rp 995.500 (43%) dan bagi masyarakat yang tidak mampu dapat diangsur sampai 4 kali dengan ketentuan berada di jaringan pelayanan.

Perumda Air Minum Kebumen juga melakukan inovasi. Salah satunya di tahun 2020 telah meluncurkan Program Aplikasi PETAKU (PDAM Tetap Miliku). Aplikasi ini bertujua memudahkan akses data seluruh pelanggan.

Aplikasi tersebut digunakan untuk mengetahui secara cepat data pelanggan dengan menggunakan peta digital.Program PETAKU merupakan karya sendiri itu dibuat guna memudahkan PDAM, khususnya para pembaca meter dan bagian pemeliharaan jaringan atau penagihan.

Program PETAKU merupakan inovasi ke-4 setelah program sebelumnya sukses dilaksanakan. Seperti “Mbakyu Sarinem” atau Mbayar Banyu Sakdurunge Tanggal Enem, yang bertujuan agar pelanggan PDAM membayar air tepat waktu.

Kemudian program berwawasan lingkungan “BMW-T.21”, kependekan dari Banyu Mancur Wite Tukul. Program tersebut bertujuan melestarikan lingkungan, utamanya menjaga sumber air. Dengan program itu setiap pelanggan baru PDAM wajib menanam atau menyumbangkan dua pohon setinggi 1 meter.

Data Triwulan I akhir Maret 2021 jumlah pelanggan PDAM Kebumen sebanyak 32.681 Sambungan Rumah. Sedangkan kontribusi terhadap PAD pada 2019 sebesar Rp 1,6 miliar, dan PAD 2020 naik menjadi Rp 1,85 miliar yang akan disetor di pertengahan  2021.

Di sisi lain, beberapa pelanggan masih mengeluhkan kualitas air PDAM Kebumen. Sering kali  air mengalir keruh dan berwarna kuning. Pelanggan berharap ke depan kualitas air pam terus diperbaiki dan ditingkatkan.(*)

Powered by Blogger.