Muhammadiyah Usul Toa Masjid Hanya untuk Azan dan Ikamah

Bagi daerah perkotaan yang heterogen berbagai umat tidak usah ada membangunkan sahur karena semua orang punya alarm jam.

Muhammadiyah Usul Toa Masjid Hanya untuk Azan-Ikamah
Masjid Agung Kauman Kebumen
INI Kebumen, KEBUMEN - PP Muhammadiyah mengusulkan agar Toa masjid hanya digunakan untuk azan dan ikamah (panggilan segera berdiri untuk salat).

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad,  mengatakan Toa masjid harus ada aturan penggunaannya. 

"Supaya tidak mengganggu masyarakat sekitar, cukup azan dan ikamah saja," kata Dadang dikutip dari detik.com, Jumat, 23 April 2021.

Menurutnya sebetulnya tidak ada masalah menggunakan Toa masjid untuk memberitahukan waktu sahur. Namun, dia menegaskan, pemberitahuan itu tidak disampaikan terus-menerus sehingga mengganggu masyarakat.

"Sehingga mengganggu keheningan orang yang sedang salat malam, munajat, atau anak bayi yang sedang tidur, supaya tidak mengganggu ibunya menyiapkan makan sahur keluarga," ucapnya.

Lebih lanjut Dadang juga menyarankan agar masyarakat tidak saling membangunkan sahur jika dalam lingkungannya yang masyarakatnya heterogen atau beragam agama. 

Sementara itu, jika dalam masyarakat homogen muslim, kata dia, tidak ada masalah penggunaan Toa untuk memberitahukan waktu sahur.

Bagi daerah perkotaan yang heterogen berbagai umat tidak usah ada membangunkan sahur karena semua orang punya alarm jam. 

"Baik yang ada di HP maupun di weker. Bagi yang daerah homogen kaum muslim saja boleh pake Toa, tapi hanya sekali, tidak terus-menerus," ujarnya.(*)

Powered by Blogger.