pendaftaran mahasiswa baru UPB

Pelaksanaan KB Tak Sekadar Slogan Dua Anak Cukup

Tapi juga perencanaan kapan menikah dan bagaimana nanti setelah menikah.

Pelaksanaan KB Tak Sekadar Slogan Dua Anak Cukup
Penyuluhan Bangga Kencana di Pejagoan
INI Kebumen, PEJAGOAN- Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Pejagoan mengadakan penyuluhan Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana). 

Acara yang diikuti 40 orang kader pembantu pembina keluarga berencana ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kecamatan Pejagoan, Rabu, 9 Juni 2021.

Program Bangga Kencana  merupakan program yang diarahkan bagaimana keluarga mempunyai rencana berkeluarga, punya anak, pendidikan dan sebagianya. Sehingga, akan terbentuk keluarga-keluarga berkualitas.

Sri Utari, S.Sos selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Penyuluh KB Pejagoan dalam kesempatan tersebut mengatakan, akar segala permasalahan berawal dari keluarga, maka baik buruknya manusia dan masyarakat tergantung baik buruknya keluarga. Karena itu dalam berkeluarga harus direncanakan. 

"Jika keluarga baik, maka segala permasalahan yang ada di masyarakat mudah ditangani. Maka kita wajib merencakana bagaimana keluarga kita bisa menjadi keluarga yang baik," jelasnya.

Selain itu, Sri Utari juga meminta para kader untuk merapikan data manual rekapan PK21. Karena data tersebut akan bermanfaat dalam lima tahun ke depan, dan harapannya bisa turut menyukseskan safari KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS). 

Setelah pemaparan dari Korlap Penyuluh KB, acara diisi oleh Duta Genre Kecamatan Pejagoan yakni Restu Andi Saputra dan Dewi Anggraini. Duta Genre menyampaikan materi terkait pendewasaan usia pernikahan, bahaya penyakit HIV AIDS dan manfaat program KB. 

Menurut Restu, keluarga berencana tidak sekadar melaksanakan slogan dua anak cukup. Tapi juga perencanaan kapan menikah dan bagaimana nanti setelah menikah.

"Merencanakan kapan menikah adalah salah satu solusi berhasilnya keluarga berencana, jangan tergoda untuk menikah muda. Jika belum siap menikah tapi memaksakan, maka akan berdampak pada kehidupan setelah menikah. Baik buruknya keluarga sangat ditentukan kesiapan pasangan sebelum menikah," pungkas Restu.(*)

Powered by Blogger.