41 Santri Gayeng Nusantara Ikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal

"Setelah itu kita pengen kembangkan lagi loh, jangan hanya cuman label halalnya saja, tapi kita tunjukkan (bisa membuat wisata halal),"kata Taj Yasin. 

41 Santri Gayeng Nusantara Ikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal
Peserta pelatihan juru sembelih halal
INI Kebumen SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melatih 41 anggota Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk menjadi Penyembelih Halal bersertifikat di Jawa Tengah. Pelatihan tersebut untuk mengejar kebutuhan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang dinilai masih kurang. 

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah, Saiful Latif, mengatakan jika jumlah Juleha di Jawa Tengah saat ini sebanyak 959 orang. Padahal, lanjutnya, masih banyak juru sembelih halal yang dibutuhkan di Jawa Tengah. 

Berdasarkan catatannya, jumlah pemotongan hewan pada tahun 2020 untuk Sapi mencapai 309.571 ekor, Kerbau 7.971 ekor, Kambing 858.677 ekor, Domba, 492.847 ekor, dan Broiler 137.826.012 ekor. 

"Kalau saya hitungkan Juleha yang dibutuhkan. Sapi, Kerbau, Kambing, Domba 457 orang. Unggas 1.531 orang total (kebutuhan) Juleha 1.988 orang. Baru ada 959 orang, masih separuhnya," kata Saiful, dalam Bimbingan teknis Juru Sembelih Halal (Bintek Juleha) untuk Santri Gayeng Nusantara se-Jateng, di Kompleks perkantoran Taruna Budaya, Kabupaten Semarang, Selasa, 9 November 2021.

Saiful menambahkan, Disnakkeswan Jateng secara rutin melakukan pelatihan kepada masyarakat untuk menjadi Juleha. Dia mengaku pihaknya bekerjasama dengan pihak-pihak lain supaya kebutuhan Juleha ini dapat terpenuhi. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah Pemprov Jateng untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai destinasi wisata halal. 

Dia ingin agar penghargaan yang diterima Jawa Tengah tahun 2019 sebagai Provinsi Halal dan Wisata Halal dapat terus dikembangkan. Salah satunya adalah pada wisata kuliner. Namun, terangnya, perlu dipastikan agar halal dari hulu hingga hilir. 

"Setelah itu kita pengen kembangkan lagi loh, jangan hanya cuman label halalnya saja, tapi kita tunjukkan (bisa membuat wisata halal),"kata Taj Yasin. 

Taj Yasin mengaku dirinya sangat ingin agar ada RPH halal di Jawa Tengah. Menurutnya langkah tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan tenaga penyembelih halal RPH yang sudah dimiliki oleh pemerintah. Sehingga bisa menjadi contoh bagi RPH lainnya. 

Dia juga berharap para penyembelih halal ini dapat menularkan ilmu mereka ke wilayah masing-masing. Dia mengaku sudah berdiskusi dengan beberapa bupati/walikota untuk memfasilitasi pelatihan serupa di wilayah masing-masing. 

"Saya sudah ketemu beberapa bupati/walikota. Tolong di wilayah adopsi pelatihan seperti ini. Mereka menyatakan siap memfasilitasi Juleha untuk melatih. Nanti yang dilatih di sini akan ditunjuk sebagai instruktur," tambahnya.(*)

Powered by Blogger.