Bertemu Sekda Jateng, Wakil Dubes Malaysia Bahas Potensi Investasi di Jawa Tengah

Sekda Jateng Paparkan Kemudahan Berinvestasi di Jateng

Bertemu Sekda Jateng, Wakil Dubes Malaysia Bahas Potensi Investasi di Jawa Tengah
Sekda Jateng saat bertemu Wakil Dubes Malaysia.
INI Kebumen SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, menerima kunjungan Wakil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Adlan Mohd Shaffieq di ruang rapat Sekda, Selasa, 23 November 2021.

Pada pertemuan tersebut, Sumarno dan Adlan membahas tentang berbagai potensi usaha di Jawa Tengah. 

Adlan yang datang tanpa rombongan, ditemui Sekda serta perwakilan dari sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah.

Dalam perbincangan itu, Adlan menyampaikan tujuan kunjungan ke Pemprov Jateng untuk silaturahmi sekaligus menjajaki berbagai potensi usaha yang bisa dikerjasamakan. 

"Pada hari ini datang perseorangan, tapi insyaallah ada perancangannya pada tahun (depan). Harapan saya dan tim Kedubes Malaysia akan datang ke Jawa Tengah, termasuk ke Semarang secara resmi untuk melihat potensi-potensi perdagangan, pelabuhan dan sebagainya," jelas Adlan. 

Ia mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Malaysia mengalami penurunan. Kondisi yang sama juga terjadi di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Karenanya, Malaysia terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, salah satunya menjalin kerja sama dengan Indonesia dan negara-negara sahabat lainnya. 

"Ini adalah untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi, karena sekarang Malaysia ekonomi dan pariwisatanya jatuh. Maka kita bekerjasama dengan Indonesia sebagai negara serumpun. Jadi fokusnya pada negara-negara sahabat," bebernya. 

Sementara itu, Sumarno menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor usaha. Diantaranya dengan membangun kawasan industri di Kendal, Batang, dan Brebes. 

"Pertemuan ini adalah silaturahmi awal, karena nantinya ada pertemuan lagi. Pertemuan selanjutnya akan lebih detail untuk membahas kerja sama di berbagai bidang," kata Sumarno. 

Sekda menjelaskan, untuk menarik investor masuk Jawa Tengah, pemerintah provinsi tidak mempersulit proses perizinan mendirikan atau mengembangkan industri di wilayah Jawa Tengah. Pemprov Jateng memberikan pelayanan yang mudah, mudah, dan cepat, sehingga para investor asing maupun domestik tertarik berinvestasi. 

Sedangkan di sektor wisata, Jawa Tengah juga terus mendorong pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif. Investor asing dapat masuk dan bekerjasama dalam sektor transportasi menuju destinasi wisata. Misalnya ada penerbangan langsung dari Malaysia sehingga akses ke Kawasan Candi Borobudur dan destinasi wisata unggulan lain ke Jawa Tengah semakin mudah dijangkau. 

"Kawasan Wisata Borobudur ada pengembangan yang komprehensif di semua lini, baik wisata maupun aspek ekonomi. Mudah-mudahan kalau nanti Kedubes Malaysia berkunjung ke Jateng, kita bersama-sama melihat," katanya. 

Kepala Bidang Pelayanan dan Perizinan DPMPTSP Jawa Tengah Linda Widiastuti menyebutkan, posisi investasi Malaysia di Jawa Tengah  sampai dengan triwulan III tahun 2021 senilai 79, 72 juta dolar AS. Untuk realisasi tertinggi berdasarkan sektor, terdapat pada sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar 79 persen. 

"Adapun untuk realisasi ketiga sektor itu berada di Kota Semarang. Saat ini Malaysia menduduki peringkat keempat dari 10 (investor) terbesar di Jateng," katanya.(*)

Powered by Blogger.