Edukasi Pranikah Penting untuk Cegah Pernikahan Dini

Cegah Pernikahan Dini, Pemprov Gandeng BP4 Galakkan Edukasi Pranikah.

Edukasi Pranikah Penting untuk Cegah Pernikahan Dini
Pemprov Jateng mengandeng BP4 untuk mencegah pernikahan dini. 
INI Kebumen SEMARANG - Berbagai upaya dilakukan Pemprov Jatengt untuk menekan angka perceraian dan mencegah pernikahan dini. 

Diantaranya menggandeng Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk menggalakkan sosialisasi bimbingan pranikah. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, selain faktor ekonomi, pernikahan dini menjadi salah satu pemicu tingginya perceraian di Jawa Tengah yang mencapai 65.755 kasus pada tahun 2020. 

Karenanya, Pemprov mendorong BP4 Jateng terlibat dalam sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada para remaja usia nikah yang akan berumah tangga. 

Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan mengukuhkan pengurus BP4 Jateng dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng, di Gradhika Bhakti Praja, Jumat, 12 November 2021.

"Saya ingin BP4 memberikan edukasi, pembinaan, dan bimbingan kepada anak-anak kita supaya ketika menentukan untuk menikah di mindsetnya (ada) tentang tanggung jawab dan kewajiban suami maupun istri," kata Taj Yasin. 

Taj Yasin menjelaskan, berbagai program telah diluncurkan Pemprov Jawa Tengah untuk mencegah pernikahan dini. Salah satunya program itu adalah 'Jo Kawin Bocah' yang diinisiasi Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Tengah. 

Menurutnya, upaya pemerintah untuk meminimalisir angka perceraian dan mencegah pernikahan usia dini adalah dengan mendorong masyarakat lebih mengutamakan pendidikan pada anak usia sekolah. 

Sebab, meskipun dalam agama diperbolehkan dilaksanakan pernikahan, tetapi karena pemahaman dasar, keilmuan, dan kemapanan (kedewasaan) para remaja belum matang, maka pemerintah berkewajiban membuat peraturan. 

"Maka kita dorong supaya jangan menikah dulu. Kita dorong supaya pendidikan matang sehingga ketika memasuki fase rumah tangga benar-benar sudah disiapkan segala sesuatunya dan mempunyai kekuatan. Sehingga bisa mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah," katanya. 

Taj Yasin menambahkan, pihaknya juga akan koordinasi dengan Kemenag untuk memberikan edukasi dan pendampingan, termasuk dengan BP3AKB melalui program 'Jo Kawin Bocah'. Selain itu, ia berharap BP4  menyinkronkan seluruh elemen untuk menekan angka perceraian dan pernikahan dini. 

Ketua BP4 Jawa Tengah, Nur Khoirin mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan berbagai lembaga terkait, antara lain BP3AKB, BKKBN, dan Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Jawa Tengah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama menyangkut pernikahan dini. 

"Ke depan akan bisa mengedukasi kepada masyarakat. Sebab perkawinan dini itu salah satu pemicu perceraian,sehingga kita coba  edukasi masyarakat," katanya. 

Dalam acara tersebut, Taj Yasin juga menyerahkan tali asih kepada para pemenang Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadist Nasional (STQHN) 2021 di Maluku. Dia juga melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an Korps Pegawai Republik Indonesia (MTQ Korpri) asal Jawa Tengah. 

Sebanyak 14 kafilah dan 6 official dan pembina MTQ Korpri utusan Jawa Tengah akan berangkat ke Kendari. Sebanyak 14 kafilah yang berasal dari berbagai instansi pemerintah tersebut, akan mengikuti MTQ ke-5 Korpri tingkat nasional yang berlangsung pada tanggal 12-20 November 2021.(*)

Powered by Blogger.