Tingkatkan Pelayanan, Perum Perhutani Bakal Rebranding Wisata Alam

Rombongan Direktur Komersial Perum Perhutani Ahmad Ibrahim, singgah di  Pantai Menganti, Kamis 12 November 2021. 

Tingkatkan Pelayanan, Perum Perhutani Bakal Rebranding Wisata Alam
Rombongan Direktur Komersial singgah di Pantai Menganti.
INI Kebumen AYAH - Untuk menangkap peluang pasca pandemi Covid-19, Perum Perhutani melakukan rebranding wisata alam melalui peningkatan kualitas produk dan pelayanan. 

Sebab, diperkirakan bakal terjadi ledakan pengunjung (rebound) ekowisata sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, inovasi ini sesuai dengan program strategis Kementerian BUMN untuk mendorong brand image wisata yang dikelola Perhutani.

Untuk menanamkan pesan kepada para pelaku wisata Perhutani terkait rebranding wisata alam tersebut, Perum Perhutani menggelar acara bertajuk “BoD Messages to Frontliners”. Pesan  disampaikan langsung oleh Board of Directors (BoD) kepada para pengelola hingga jajaran terdepan. Harapan semua dapat bersama-sama menyukseskan program ini.

Kegiatan dilaksanakan melalui safari bermotor atau touring pada 11-13 Nopember 2021 dimulai dari wisata Gunung Puntang Jawa Barat, menyusuri lintas selatan pulau Jawa. 

Rombongan yang dipimpin Direktur Komersial Ahmad Ibrahim, Kamis 12 November 2021 singgah di  objek wisata Pantai Menganti  di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah. Touring yang diikuti oleh BoD Perum Perhutani, Kepala Divisi Perhutani Kantor Pusat, segenap Kepala Divisi Regional, Administratur akan berakhir di Mojosemi KPH Lawu, Jatim. 

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatangan komitmen branding wisata alam Perhutani. Rombongan selanjutnya meninggalkan Pantai Manganti pukul 14.30 menuju Pantai Indrayanti Gunung Kidul.

Direktur Komersial Ahmad Ibrahim menerangkan bahwa dalam rebranding wisata alam Perhutani terdapat lima langkah utama action plan, yaitu:

  1. Penerapan standar pariwisata untuk meningkatkan kualitas produk, pengelolaan dan pelayanan yaitu Cleanliness Health Safety & Environment Sustainability (CHSE – Indonesia Care) Kemenparekraf, SNI Pengelolaan Pariwisata Alam 8013:2014.
  2. Digitalisasi melalui pengembangan virtual reality, payment gateway, dan integrasi Union E-ticketing Perhutani untuk memudahkan pemantauan kinerja secara real time melalui sistem dashboarding.
  3. Penambahan/perbaikan fasilitas untuk meningkatkan daya tarik wisata, kualitas aksesibilitas, dan daya saing.
  4. Pengembangan produk diversifikasi dan wisata minat khusus untuk meningkatkan customer experience, customer spending, dan revenue generator.
  5. Product identity branding, mempromosikan brand wisata Perhutani melalui penempatan logo and brand message pada berbagai media.

Ahmad Ibrahim menambahkan, pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap industri pariwisata serta perilaku konsumen atau wisatawan yang telah menyesuaikan diri dengan kondisi new normal.

“Maka, para pelaku di industri pariwisata harus bisa segera beradaptasi dengan era disrupsi yaitu era dimana terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru agar bisa bertahan dan bangkit,” ujarnya.

Rebranding wisata alam Perhutani dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahun 2021 terdapat dua lokasi wisata yaitu wana wisata Gunung Puntang dan wana wisata Ranca Upas yang melaksanakan lima action plan secara lengkap.

Lokasi wisata lain yang sudah mulai berproses melaksanakan rebranding wisata alam di Jawa Barat adalah Kawah Putih, Patuha Resort, Cikole Jayagiri, Curug Cilember, Curug Panjang, Galunggung, Karaha Bodas, serta di Jawa Timur Tanjung Papuma, Padusan, Kakek Bodo, Dlundung, Putuk Truno, Foresta Resort Tretes, Coban Rais, dan Coban Talun.

“Kami menargetkan tahun 2024 sejumlah 100 lokasi wisata Perhutani dapat memenuhi implementasi lima action plan rebranding tersebut secara lengkap,” ujarnya.(*)

Powered by Blogger.