Ganjar Berikan Waktu Seminggu, Untuk Capai Target Vaksinasi 50 Persen

Untuk tren positivity rate di Jateng saat ini hanya 0,51 persen. Turun dari minggu sebelumnya sebesar 0,70 persen. 

Ganjar Berikan Waktu Seminggu, Untuk Capai Target Vaksinasi 50 Persen
Ganjar Pranowo saat memimpin rapat
INI Kebumen SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berusaha keras melakukan percepatan vaksinasi di tujuh daerah yang cakupannya masih kurang dari 50 persen. 

Hal tersebut merupakan salah satu upaya agar vaksin dapat segera disuntikkan pada masyarakat. Selain untuk mengejar percepatan, hal itu juga untuk mengejar masa berlaku vaksin. 

"Kemarin ada yang bilang, katanya kelamaan di Provinsi. Tidak. Di Provinsi itu paling hanya sehari atau dua paling lama dua hari. Begitu datang, kami minta hari itu segera diambil," kata Ganjar usai memimpin Rapat Penanganan Covid-19 di kantornya, Senin, 8 November 2021.

Hal tersebut selalu disampaikan Ganjar, saat menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang juga dihadiri Bupati/Wali Kota hampir setiap minggu. 

"Kita ingatkan terus, tiap minggu kita ingatkan. Awas ya, sekian vaksin akan expired (kedaluwarsa) tanggal sekian. Segera disuntikkan, yang tidak sanggup angkat tangan agar kita pindahkan ke daerah lain," tegasnya. 

Agar kejadian serupa tidak terulang, Ganjar menyarankan agar pendistribusian vaksin dilakukan oleh pihak Pemprov. Terlebih jika vaksin yang diberikan telah mendekati kedaluwarsa. 

"Tapi kita minta izin agar alokasinya tidak ditetapkan pemerintah pusat. Biarkan kami saja dari Pemprov yang mengalokasikan karena kami tahu persis daerah mana yang butuh percepatan," tegasnya. 

Terkait percepatan vaksinasi, tujuh daerah yang menjadi perhatian serius Gubernur adalah; Banjarnegara (40,54%), Tegal (44,09%), Purbalingga (44,56%), Pemalang (46,79%), Wonosobo (47,20%), Jepara (47,21%) dan Batang (48,84%). Ganjar memberikan waktu seminggu bagi ketujuh daerah itu untuk melakukan percepatan. 

"Ada lima daerah terkecil untuk dosis satu, Banjarnegara, Tegal, Purbalingga, Pemalang dan Wonosobo. Kalau daerah yang kurang dari 50 persen ada tambahan Jepara dan Batang. Saya minta lakukan percepatan. Targetnya minggu ini semuanya harus sudah 50 persen," katanya.

Ketersediaan vaksin yang cukup banyak, menjadikan Pemkab/Pemkot tidak memiliki alasan untuk menunda percepatan vaksinasi. 

"Memang kemarin vaksin jenis Pfizer dikirim banyak, tapi alat suntiknya agak terlambat sehingga tidak bisa mempercepat. Saya sudah komunikasi dengan Menkes dan sudah diberikan tambahan-tambahan," jelasnya. 

Sementara itu, Sekda Jateng, Sumarno dalam paparannya menjelaskan, angka kasus positiv Covid-19 di Jawa Tengah terus menurun. Pada Minggu, 7 November 2021, angka penambahan kasus baru di Jateng hanya 37 orang. 

"Ada 21 daerah di Jateng yang mencatatkan nol kasus baru. Sementara daerah lain yang penambahan kasusnya terbanyak hanya Temanggung dan Grobogan masing-masing 5 kasus," ucap Sumarno. 

"Terkait capaian vaksinasi, sudah 62,93 persen masyarakat yang divaksin dosis pertama, 37,99 persen divaksin kedua dan 96,73 persen nakes sudah divaksin dosis ketiga," papar Sumarno. 

Meskipun jumlah kasus Covid-19 terus menurun, Ganjar mengingatkan agar semua daerah terus mengawasi pembelajaran tatap muka. Selain itu, semua daerah juga diminta mempersiapkan sentra-sentra ekonomi dengan pengawasan dan prokes ketat. 

"Kalau sudah disuntik semuanya, prokesnya ketat maka tempat ekonomi boleh dibuka namun tetap diawasi. Kita harus antisipasi potensi terjadinya gelombang ketiga. Kita juga lagi mendesign skenario Natal dan Tahun Baru, agar semuanya bisa diantisipasi," pungkas Ganjar.(*)

Powered by Blogger.