Panen 30 Kilogram per Pohon, Kebumen Siap Wujudkan Swasembada Kelengkeng

Bupati optimistis target swasembada kelengkeng dapat terpenuhi. 

Panen 30 Kilogram per Pohon, Kebumen Siap Wujudkan Swasembada Kelengkeng
Panen 30 Kilogram per Pohon, Kebumen Siap Wujudkan Swasembada Kelengkeng
INI KEBUMEN – Sentra perkebunan kelengkeng di Kebumen diharapkan bisa mencukupi kebutuhan Jawa Tengah sekaligus menahan laju kelengkeng impor.

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menjelaskan, hasil produksi perkebunan kelengkeng di wilayahnya cukup diandalkan. Selain dagingnya tebal dan rasa buahnya yang legit, hasil perkebunan kelengkeng di Kebumen mampu menghasilkan puluhan ton buah.

“Kalau seribu pohon berbuah semua, 30 kg kali 1.000 sudah 30 ton. Ini cukup bagus. Ini baru di Desa Lembupurwo, belum di desa-desa lain di Kecamatan Mirit. Paling tidak perkebunan kelengkeng ini bisa mengurangi ketergantungan impor,” jelasnya, usai mengikuti acara panen kelengkeng Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kamis, 17 Maret 2022.

Menurut Bupati Arif, saat ini terdapat puluhan ribu pohon kelengkeng siap panen. Dengan banyaknya buah kelengkeng di Kebumen, bisa ikut serta menggerakan ekonomi masyarakat lokal.

“Jadi secara nasional, sentra perkebunan kelengkeng di Jawa Tengah ada di Kebumen. Stok kebutuhan kelengkeng kita cukup banyak. Total untuk di Kebumen yang sudah siap diproduksi ada 33 ribu pohon dari 82 ribu pohon,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya menargetkan pohon kelengkeng bisa tertanam di atas tanah seluas 152 ribu hektare. Dengan begitu, pemenuhan kebutuhan klengkeng nasional selalu tercukupi dengan asumsi satu pohon bisa berbuah satu kwintal.

“Itu target kita begitu, dari sisi teknis dan teknologi seperti ini. Untuk itu, bersama pemerintah kita ingin bersinergi bagaimana Kebumen dikenal oleh masyarakat luas sebagai sentra perkebunan kelengkeng nasional,” jelasnya.

Bupati optimistis target swasembada kelengkeng dapat terpenuhi. Tak hanya itu, para petani bisa memanfaatkan kebun kelengkengnya sebagai destinasi wisata.

“Masyarakat bisa datang ke Kebumen memetik sendiri buah kelengkeng yang masih fresh, dan kemudian membungkusnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” ujarnya.(*)

Powered by Blogger.