Tim SAR Belum Temukan Mesin Perahu yang Dihantam Ombak Besar di Ayah

www.inikebumen.net AYAH - Hingga hari ketiga pencarian mesin perahu yang hilang karena dihempas ombak besar belum membuahkan hasil. Tim SAR Lawet Perkasa dan nelayan TPI Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, berusaha mencari alat tangkap ikan dan mesin perahu sejak Minggu (24/9/2017) hingga Selasa (26/9/2017) siang.

Tim SAR Belum Temukan Mesin Perahu yang Dihantam Ombak Besar di Ayah
Ilustrasi
Komandan SAR Lawet Perkasa, Bejo Priyono, mengatakan pihaknya telah menerjunkan sejumlah penyelam untuk mencari alat tangkap ikan dan mesin perahu. Namun, tim baru dapat mengevakuasi alat tangkap ikan berupa jaring, itupun sudah dalam kondisi rusak karena tersangkut batu karang.

"Kita tidak bisa membawa semua jaring karena nyangkut di karang-karang. Tepaksa kita potong," kata Bejo Priyono, saat dihubungi Selasa sore.

Selain alat tangkap, Tim SAR Lawet Perkasa dan nelayan juga berhasil mengevakuasi perahu yang sudah dalam kondisi hancur. Sedangkan, mesin perahunya hingga Selasa sore belum ditemukan.

"Sebenarnya lokasinya termasuk masih dipinggir Pantai Menganti, hanya sekitar 25 meter. Tapi karena batu karang menyulitkan kami mencari mesin yang hilang itu," terang Bejo.

Tak hanya itu, sejak sepekan terakhir kondisi air laut juga sedang pasang. Bahkan ketinggiannya mencapai 3 hingga 5 meter. "Kita juga tidak bisa melanjutkan penyelaman mengingat ombak besar, arusnya deras dan keruh," imbuhnya.

BACA JUGA:
Dihantam Ombak Besar, Dua Nelayan Ayah Nyaris Tewas

Bahkan akibat tingginya air laut sejak dua hari terakhir tidak ada nelayan setempat yang pergi melaut. Seperti Selasa kemarin, tak ada satu pun nelayan TPI Desa Karangduwur yang mencari ikan menggunakan perahu di tengah laut. Padahal saat ini sedang musim ikan layur, bawal, udang dan ubur-ubur. "Nelayan memilih libur karena ombaknya masih besar. Tidak ada satupun yang nyari ikan," ucapnya.

Sebelumnya, perahu nelayan Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, hancur dihantam oleh ganasnya ombak pantai selatan, saat akan berangkat melaut. Kecelakaan laut itu terjadi di kawasan Pantai Menganti, pada Minggu (24/9) sekitar pukul 05.00 dini hari. Beruntung dua nelayannya dapat diselamatkan oleh Tim SAR Lawet Perkasa dan nelayan setempat.

Akibat kejadian itu, perahu mengalami rusak berat. Sedangkan alat tangkap ikan dan mesin perahu hilang. Kerugian yang diderita dari musibah itu ditaksir mencapai Rp 75 juta. 

Perahu yang hancur digulung ombak pantai selatan itu yakni Perahu "Pawitan 1". Dua nelayan yang menaiki perahu tersebut, yaitu Trianto (30) dan Muhlisin (30), keduanya warga RT 02 RW 03 Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.(*)

Powered by Blogger.