Jelang Porprov, KONI Kebumen Krisis Keuangan

www.inikebumen.net KEBUMEN - Pasca terpilihnya ketua baru, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen mengalami krisis keuangan. Padahal dalam waktu dekat akan mengirimkan atlet ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng.
Jelang Porprov, KONI Kebumen Krisis Keuangan
Ilustrasi
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Kebumen, Dwi Antoro, kegiatan yang dijadwalkan Oktober 2018 itu membutuhkan anggaran Rp 1,2 miliar. Namun, hingga saat ini baru ada  dana Rp 400 juta. "Dana Rp 400 juta ini bersumber dari dana hibah Pemkab Kebumen tahun anggaran 2018," kata Dwi Antoro.

Ia menjelaskan, besarnya anggaran yang dibutuhkan itu untuk mengirim 152 atlet dari 21 cabang olahraga yang telah lolos pra-kualifikasi Porprov Jateng. “Kami sudah  mengusulkan tambahan dana hibah ke Pemkab  Kebumen untuk menutup kekurangan biaya pengiriman atlet,“ ujarnya.

Menurutnya, penambahan dana hibah sangat diperlukan untuk mencukupi kebutuhan Porprov Jateng. Pengurus KONI  Kebumen belum memilih opsi meminta bantuan pengusaha dan badan usaha milik pemerintah untuk menutup  kekurangan biaya.

Priyambodo, pembina cabang olahraga voley dan Aris Prambasto, pembina cabang olahraga hokey menambahkan, keuangan  KONI Kebumen untuk  pra- kualifikasi  Porprov Jateng dan Porprov Jateng memang masih membutuhkan tambahan.

Untuk bisa lolos pra-kualifikasi,  pembina   cabang  olahraga bekerja keras di tengah anggaran yang terbatas. “Tidak ada training center untuk  atlet. Atlet cabang olahraga perorangan latihan  sendiri,“  kata Aris  Prambasto.

Pada Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Kebumen, Selasa 15 Mei 2018, diputuskan mengganti  Abdul Karnaen. Peserta Musorkablub sepakat secara aklamasi memilih Sri Hartanto sebagai  Ketua KONI Kebumen menggantikan Abdul Karnaen, sampai tahun 2020.(*)
Powered by Blogger.