Aduh, Pedagang Pasar Tumenggungan Dikuasai Rentenir - ini kebumen | Media Rujukan Kebumen

Aduh, Pedagang Pasar Tumenggungan Dikuasai Rentenir

www.inikebumen.net KEBUMEN - Ratusan pedagang di Pasar Tumenggungan terjerat rentenir. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 80 persen dari pedagang di pasar tradisonal terbesar di Kabupaten Kebumen terjerumus ke dalam jeratan utang "bank ucek-ucek" tersebut.

Suasana pasar pagi di Pasar Tumenggungan

Alhasil para pedagang kecil terlilit utang yang harus dibayar kepada rentenir. Bukannya mendapat keuntungan lebih justru sekarang mereka terbebani utang.Sehingga tidak membuat usaha mereka berkembang, karena harus membayar bunga yang sangat tinggi dari uang yang dipinjam. Banyak pedagang yang tidak mampu membayar utang kepada rentenir karena bunga pinjaman yang terlalu tinggi, yakni antara 20-30 persen.

Sebagai contoh, seorang pedagang meminjam uang sebesar Rp 1.000.000, namun dia hanya menerima Rp 800 ribu karena dipotong 10 persen. Pedagang tersebut harus membayar Rp 1,2 juta. Kemudian setiap hari harus menyicil utang tersebut sesuai kesepakatan. Jika terlambat membayar, maka bunga pinjaman terus meningkat, bahkan dapat melebihi dana yang dipinjam.

Seorang pedagang mencicil hutangnya kepada penyedia jasa pinjaman di pasar pagi Pasar Tumenggungan Kebumen.

Dengan kondisi seperti itu, pedagang kecil potensial tidak dapat meningkatkan usahanya. Bahkan untuk bertahan dan menafkahi keluarganya juga sulit. Akhirnya, setiap hari mereka dikejar-kejar rentenir. Ditagih dengan cara-cara yang tidak manusiawi.

Penelusuran inikebumen.net, para pedagang pada awalnya memang tidak berminat untuk hutang. Namun mengingat terdesak kebutuhan hidup dan angan-angan pengembangan usaha akhirnya sekarang malah terjebak. Mereka terlanjur terjerat, yang semakin lama utang semakin menumpuk.

Keberadaan rentenir di Kebumen benar-benar dilematis. Di satu sisi, bunga pinjamannya menjerat leher. Namun, di sisi lain, banyak pedagang pasar tradisional menyukai pola pinjaman dari rentenir karena mudah. Banyak pedagang menyadari bunga pinjamannya sangat tinggi, tetapi hal itu juga membantu modal kerja pedagang pasar.

"Ya karena gampang. Tidak berbeli-belit, kalau pinjam di bank, syaratnya sangat ribet," ujar Supri (39), salah satu pedagang.

Dia mengungkapkan, hampir 80 persen lebih pedagang yang berjualan di pasar pagi Pasar Tumenggungan terjerat jasa rentenir. Dia mengatakan sudah empat kali terjerat utang dengan rentenir. Awalnya dia meminjam uang Rp 1 juta. Dari jumlah uang tersebut, dia sudah langsung dipotong Rp 100.000. "Kalau sekarang sudah empat kali, yang terakhir saya pinjam Rp 4 juta, belum lunas," bebernya.(*)
Powered by Blogger.
}); })(jQuery); //]]>