Gara-gara Jumat Kliwon, Lokasi Tenggelamnya Kapal Nelayan Belum Terdeteksi

www.inikebumen.net KEBUMEN - Lokasi tepat terjadinya kecelakaan laut yang menenggelamkan kapal nelayan "Berkah Melimpah Jaya 2", belum diketahui. SAR Lawet Perkasa kesulitan mendeteksi keberadaan kapal yang mengangkut 21 Anak Buah Kapal (ABK) dari Pelabuhan Cilacap menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 Gara-gara Jumat Kliwon, Lokasi Tenggelamnya Kapal Nelayan Belum Terdeteksi
Nelayan di TPI Pasir Kecamatan Ayah memperbaiki perahunya disaat libur melaut.
Komandan SAR Lawet Perkasa, Bejo Priyono, mengaku kesulitan karena saat ini seluruh nelayan libur melaut. Hal itu lantaran hari ini bertepatan dengan hari Jumat Kliwon. "Kalau satu jam dari Cilacap, berarti lokasinya di sekitar perairan tengah Kebumen," ujar Bejo Priyono, saat dihubungi inikebumen.net, Jumat (14/7/2017).

Bejo menduga, kecelakaan laut terjadi lantaran saat ini sedang terjadi gelombang tinggi. "Karena angin dari timur makanya terjadinya gelombang besar. Kemudian menghantam kapal nelayan dan terbalik," beber Bejo.

Hingga saat ini pihaknya bersama nelayan Ayah, memantau satu korban yang belum ditemukan melalui daratan. "Kita susuri dari Pantai Pasir sampai Logending melalui daratan," imbuhnya.

BACA JUGA: Kapal Nelayan Tenggelam di Selatan Kebumen, 20 ABK Selamat, Satu Masih Hilang

Sebelumnya, sebuah kapal nelayan dikabarkan tenggelam di perairan selatan Kebumen, Jumat (14/7/2017) sekitar pukull 11.00 WIB. Hingga pukul 13.15, informasi yang diterimainikebumen.net, 20 Anak Buah Kapal (ABK) berhasil diselamatkan. Sedangkan, satu lainnya belum diketahui keberadaannya.

Informasi yang berhasil dihimpun, kapal nelayan "Berkah Melimpah Jaya 2" berangkat dari Pelabuhan Cilacap sekitar pukul 10.00 WIB.

Rencananya, kapal yang dinahkodai oleh Badri akan berlayar menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal itu mengangkut nelayan asal Banyumas, Cilacap, Brebes, Purbalingga, dan Yogyakarta.(*)
Powered by Blogger.