Dengan Dalih Merugikan Pedagang Kecil, Fraksi Gerindra DPRD Tolak Mal di Kebumen - ini kebumen | Media Rujukan Kebumen

Dengan Dalih Merugikan Pedagang Kecil, Fraksi Gerindra DPRD Tolak Mal di Kebumen

www.inikebumen.net KEBUMEN - Fraksi Partai Gerindra DPRD Kebumen, menolak dengan rencana pembangunan mal di Kebumen. Sikap itu disampaikan Fraksi Partai Gerindra pada Rapat Paripurna DPRD Kebumen, Senin 2 Oktober 2017.

 Dengan Dalih Merugikan Pedagang Kecil, Fraksi Gerindra DPRD Tolak Mal di Kebumen
Rapat Paripurna DPRD Kebumen
Melalui juru bicaranya, Wijil Triatmojo, Fraksi Partai Gerindra siap sebagai barisan terdepan membangun gerakan bersama para pedagang pasar tradisional untuk menolak dibangunnya mal.

"Jika kajian secara yuridis dan kelayakannya tidak dilakukan oleh pemerintah daerah," tegas Wijil Triatmojo, membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap tiga raperda. Yakni Raperda Pengelolaan Pasar, Raperda Retribusi Pelayanan Pasar dan Raperda Retribusi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Dengan adanya mal, Bupati dituding tidak melindungi para pedagang kecil di pasar tradisional. Fraksi Partai Gerindra menyayangkan pendekatan yang dilakukan Pemerintah Daerah selama ini adalah pendekatan infrastruktur, Pembangunan Pasar yang ada di Kabupaten Kebumen lebih diarahkan untuk pembangunan infrastrukturnya saja tanpa diimbangi dengan peningkatan nilai beli masyarakat dan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:
> Plaza Trio Kebumen Mulai Dibangun Tahun Depan
Tak Lama Lagi Kebumen Bakal Punya Mal Megah 
Pedagang Pasar Tumenggungan Minta Plaza Trio Tak Jualan Grosiran 
Trio Plaza Kebumen Dinilai Terlalu Dekat dengan Pasar Tradisional 
Trio Plaza Kebumen Belum Kantongi Izin Prinsip

Menurutnya, kebijakan bupati yang mendorong pasar modern terus berkembang di Kabupaten Kebumen tanpa melihat positioning kawasan perkotaan. Seolah tidak melindungi pelaku usaha di pasar tradisional.

"Seperti yang terjadi saat sekarang ini dengan dalih pro investasi akan dibangun mal di Kota Kebumen yang jelas-jelas akan mengancam pedagang pasar tradisional," ujar Wijil.

Selain itu, pembangunan mal juga bertolak belakang dengan sistem pengendalian wilayah perkotaan di Kabupaten Kebumen. Fraksi Partai Gerindra dengan tegas menolak pembangunan mal yang rencananya akan didirikan tersebut.

"Karena hal ini jelas tidak selaras dengan kebijakan yang ada dan apa artinya anggaran yang sangat besar dialokasikan untuk pembangunan pasar  rakyat yang ada di Kabumen," imbuhnya.

"Fraksi Gerindra juga siap menjadi garda terdepan menolak atas rencana swastanisasi pasar karena jelas-jelas akan merugikan para pedagang pasar dan masyarakat kecil menengah pada umumnya," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.
}); })(jQuery); //]]>