157 Desa di Kebumen Rawan Banjir dan 53 Desa Rawan Longsor - ini kebumen | Media Rujukan Kebumen

157 Desa di Kebumen Rawan Banjir dan 53 Desa Rawan Longsor

Wabup Kebumen: Penanganan Bencana Tidak Cukup Hanya Menangani Dampak dan Mengurangi Risikonya
157 Desa di Kebumen Rawan Banjir dan 53 Desa Rawan Longsor
Ilustrasi
www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak 157 desa di 16 kecamatan di Kabupaten Kebumen rawan banjir. Selain itu, ada 53 desa di 12 kecamatan masuk wilayah rawan longsor.

Memasuki musim penghujan, Kabupaten Kebumen mulai siaga mengantisipasi terjadinya bencana alam. Sebab, saat musim penghujan Kabupaten Kebumen sebagian wilayahnya rawan bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, tanah bergerak, hingga puting beliung.

"Kabupaten Kebumen termasuk wilayah rawan bencana. Baik bencana banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung. Karena itu perlu upaya peningkatan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan terjadinya bencana," kata Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan di Desa Sidomukti Kecamatan Kuwarasan, Selasa, 12 November 2019.

Apel yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen tersebut diikuti TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan relawan kebencanaan.

Dari OPD turut serta BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Dinas Perhubungan. Sementara dari unsur relawan kebencanaan yang hadir meliputi SAR, TAGANA, ORARI, RAPI, MDMC, PMI, Banser, Kokam, Kebumen Rescue, Pemuda Pancasila dan Sedulur Hasto. 

Melalui apel tersebut, BPBD Kabupaten Kebumen hendak membangun koordinasi yang baik di antara semua unsur yang terlibat didalam pelaksanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Kebumen, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media massa dan dunia pendidikan/akademisi.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut, Arif Sugiyanto menyampaikan bahwa penanggulangan bencana dan pengurangan resiko bencana merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Melalui apel siaga bencana diharapkan menggugah kesadaran, partisipasi serta dukungan semua pihak.

"Penanganan bencana tidak cukup hanya menangani dampaknya dan mengurangi risiko. Lebih dari itu kita harus berupaya agar bencana tidak terjadi lagi, dengan cara memelihara, merawat dan menjaga lingkungan," ujar Arif mengingatkan.(*)
Powered by Blogger.
}); })(jQuery); //]]>