Al Istiqomah Meriahkan Peringatan Maulid di Masjid Agung Kebumen

Group Rebana Al Istiqomah pimpinan Nyai Hj. Nuryani Nashiruddin.
Al Istiqomah Meriahkan Peringatan Maulid di Masjid Agung Kebumen
Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Kauman Kebumen
www.inikebumen.net KEBUMEN - Group Rebana Al Istiqomah pimpinan Nyai Hj Nuryani Nashiruddin, istri mantan Bupati Kebumen KH Nashiruddin Al Mansyur, memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Kauman Kebumen.

Dalam acara yang digelar Minggu malam, 24 NOvember 2019, Al Istiqomah membawakan lagu Yaa Rasul, Marhaban, Yasirlana, Barzanji dan Maulid.

Ratusan hadirin yang berasal dari berbagai penjuru kota Kebumen juga bersama-sama melantunkan syair barzanji menciptakan suasana syahdu, ungkapan kerinduan pada Nabi Muhammad SAW.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Camat Kebumen, Ram Gunadi, mengingatkan tentang sifat Nabi Muhammad SAW yang harus ditaulanani. Dikatakannya bahwa masyarakat sudah semakin cerdas, bisa meneladani sifat fatonah.

"Demikian juga dengan sifat tabligh, atau menyampaikan. Masyarakat sudah banyak menyampaikan informasi. Apalagi dengan adanya media sosial," ungkapnya.

Hanya yang disayangkan oleh Bupati Kebumen, penyampaian informasi tersebut adakalanya berupa hoaks. "Karena itu dua sifat lainnya siddiq dan amanah juga perlu diteladani," imbuhnya.

Peringatan maulid yang mengangkat tema "Mengamalkan Sunnah Nabi adalah Esensi Peringatan Nabi Muhammad SAW" menghadirkan pembicara KH Saiful Ahmad Suharmadi dari Sleman, Yogyakarta.

Saat memberikan _mau'idhotul hasanah_ KH Saiful Ahmad mengajak umat Islam dalam bekerja sama untuk belajar dari kedua tangan, kanan dan kiri.
"Tangan kanan dan kiri mempunyai tugas sendiri-sendiri. Adakalanya saat bekerjasama, tangan kanan bisa melukai tangan kiri, seperti saat mengupas buah. Namun tangan kiri tidak lantas marah dan balas melukai tangan kanan. Sebaliknya tangan kanan juga terus berusaha mencari obat untuk membantu menyembuhkan luka tangan kiri," jelasnya dengan kiasan yang punya makna mendalam.

KH Saiful Ahmad juga menyinggung sisi kepemimpinan yang layak ditiru dari Nabi Muhammad SAW.

"Meski Nabi Muhammad SAW ditawari malaikat Jibril meminta fasilitas harta kepada Allah SWT, beliau lebih memilih untuk bisa sehari kenyang dan sehari lapar," katanya.

Selain itu Nabi Muhammad SAW dalam memimpin juga punya prinsip, kalau umatnya mengalami kelaparan, maka akan menjadi yang pertama merasakan lapar. "Sebaliknya bila umatnya kenyang, maka beliau akan menjadi yang terakhir merasakan kenyang," pungkasnya.(*)
Powered by Blogger.