Digelar Perdana, Ratusan Bonsai Dipamerkan di Alun-alun Kebumen

Pameran bonsai dan suiseki
Digelar Perdana, Ratusan Bonsai Dipamerkan di Alun-alun Kebumen
Gus Yazid meninjau pameran bonsai dan suiseki di Alun-alun Kebumen
www.inikebumen.net KEBUMEN - Sebanyak 367 bonsai dan 22 suiseki dipamerkan pada Pameran Bonsai dan Suiseki di Alun-alun Kebumen. Acara yang mengusung tema “Geo Bonsai dan Suiseki Kabupaten Kebumen 2019” diselenggarakan selama tujuh hari, mulai 21 November -1 Desember 2019.

Acara yang baru pertama kali digelar di Kebumen itu dibuka oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Senin, 25 November 2019.

Ketua Panitia Geo Bonsai dan Suiseki Kabupaten Kebumen 2019, Eko Sudaryanto, menjelaskan Pameran Bonsai dan Suiseki diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari sejumlah daerah.

"Diantaranya, dari Serang dan Tangerang Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY dan Jawa Tengah," kata Eko Sudaryanto.

Menurutnya,  kegiatan itu untuk lebih mengenalkan bonsai Kebumen kepada masyarakat. Diharapkan bisa membantu program pemerintah. Salah satunya yakni mengurangi kemiskinan dan pengangguran, apabila masyarakat tergerak dan berniat untuk terjun menggeluti tanaman bonsai.

Hadir pada pada pembukaan itu, Asisten 2 Sekda Kebumen Nugroho Tri Waluyo,  Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Sarno Kosasih, serta pengurus PPBI Kabupaten Kebumen.

Bupati Yazid Mahfudz, mengatakan bonsai merupakan miniatur tanaman mempunyai nilai seni yang indah dan nilai ekonomis untuk diperjualbelikan. Selain itu, memberikan manfaat edukatif atau pengetahuan tentang jenis pohon yang ada di dunia melalui pembuatan dan bentuk miniatur.

"Apalagi dikaitkan dengan geopark nasional kita. Saya  optimis, jika masyarakat jeli, kreatif, serta bersinergi dengan elemen-elemen terkait,  semua itu akan dapat kita  wujudkan.   Salah satunya dengan komunitas pecinta bonsai," kata Yazid Mahfudz.

Menurutnya, pameran bonsai  diperlukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tanaman unik tersebut. Di dunia internasional berbagai jenis tanaman bonsai Indonesia cukup dikenal dan mendapat apresiasi yang luar biasa. Para seniman bonsai Indonesia mendapat tempat di kalangan pencinta bonsai manca negara untuk melakukan  training dan workshop baik di Asia Pasifik, Eropa maupun di Amerika.

"Saya kira, kita perlu belajar. Ke depan di wilayah-wilayah geopark kita, bisa saja kita buat kampung bonsai atau semacamnya," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan pameran suiseki, disamping sebagai sarana menggairahkan kembali pamor batu yang mulai menurun. Juga melalui kegiatan ini akan lebih mengenalkan berbagai varian seni batu dari Kebumen, khususnya batu Suiseki.

"Saya berharap, pameran ini akan mampu menarik minat masyarakat Kebumen maupun luar Kebumen terhadap bebatuan asli Kebumen.  Kita  ingin masyarakat kebumen dengan kekayaan batunya semakin tercerahkan dengan  berbagai jenis bebatuan, serta seni yang berbahan dasar batu," tegasnya.(*)
Powered by Blogger.