pendaftaran mahasiswa baru UPB

Berkat Program Kotaku, Desa Grenggeng Karanganyar Tak Kumuh Lagi

"Luas kawasan kumum di Desa Grenggeng telah tertangani 100 persen,"
Berkat Program Kotaku, Desa Grenggeng Karanganyar Tak Kumuh Lagi
Bupati Kebumen meresmikan program Kotaku di Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar
www.inikebumen.net KARANGANYAR - Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar menjadi sasaran program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Kebumen dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas kawasan permukiman kumuh.

Dengan program tersebut berhasil menyulap Desa Grenggeng yang semula kumuh menjadi lebih bersih.Bupati Kebumen Yazid Mahfudz melakukan monitoring dan meresmikan program Kotaku di Desa Grenggeng, Kamis, 14 November 2019.

Turut hadir mendampingi bupati, Kepala Disperkim LH Kebumen Edi Rianto, Kepala Dispermades P3A Kebumen Frans Haidar. Camat Karanganyar Prawoto, Forkopimcam Karanganyar dan Kepala Desa Grenggeng Salim.

"Saya berharap, program ini dapat mendongkrak kualitas pemukiman, menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Yazid Mahfudz, disela-sela acara.

Menurutnya, program Kotaku merupakan program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional. Sehingga pihaknya berharap, secara bertahap permukiman kumuh di Kebumen terus berkurang dan akhirnya mencapai angka nol.

"Ini juga untuk peningkatan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan  dasar  di kawasan kumuh perkotaan, untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan," ujarnya.

Kepala Disperkim LH Edi Rianto, menjelaskan awal 2019 luasan kawasan kumuh di Desa Grenggeng 6,401 hektar yang tersebar di tiga RT. Yaitu RT 07 RW 06, RT 02 RW 07 dan RT 03 RW 09.

"Luas kawasan kumum di Desa Grenggeng telah tertangani 100 persen," terangnya.

Upaya penanganan kawasan kumuh di desa tersebut menggunakan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku 2019 sebesar Rp 2 miliar.

Selain itu, juga juga didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi untuk pembangunan tangki septik komunal dengan sambungan 5-10 rumah sejumlah 20 unit. Dengan besaran bantuan tiap unit tangki septik sebesar Rp 40 juta atau total Rp 800 juta.

Kemudian bantuan DAK untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 15 unit dengan besaran bantuan per unit Rp 17,5 juta atau total Rp 262,5 juta. Bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah untuk 3 RTLH dengan besaran bantuan per unit Tp 10 juta atau total Rp 30 juta.

"Program Kotaku di Desa Grenggeng meliputi pembangunan jalan, drainase, jembatan, rumah, dan sanitasi kelompok," imbuhnya.

Pada 2019 terdapat 15 desa yang mendapatkan program Kotaku. Adapun kriteria yang disyaratkan yaitu masuk kategori daerah padat, kumuh dan miskin (Pak Kumis). Grenggeng sebelumnya termasuk daerah yang kumuh di Karanganyar.(*)
Powered by Blogger.