Ratusan Kelompok Tani di Kebumen Terima Bantuan Benih Padi dan Jagung

Poktan/Gapoktan yang menerima bantuan benih tersebut merupakan kelompok yang sebelumnya telah mengajukan proposal dan telah diverifikasi oleh Distapang Kebumen.
Ratusan Kelompok Tani di Kebumen Terima Bantuan Benih Padi dan Jagung
Wabup Kebumen dan Kepala Distapang memeriksa benih bantuan
www.inikebumen.net KEBUMEN - Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan, Pemkab Kebumen melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) menyalurkan bantuan benih padi dan jagung kepada sejumlah kelompok tani (Poktan)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kabupaten Kebumen.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, pada acara Farmer’s Field Day di Balai Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Jumat, 15 November 2019.

Poktan/Gapoktan yang menerima bantuan benih tersebut merupakan kelompok yang sebelumnya telah mengajukan proposal dan telah diverifikasi oleh Distapang Kebumen.

"Penyerahan benih padi dan jagung ini dalam rangka percepatan luas tambah tanam musim tanam I tahun 2019/2020 di Kabupaten Kebumen," ujar Kepala Distapang Kebumen Tri Haryono, disela-sela acara.

Tri Haryono mengatakan bantuan benih tersebut bersumber dari APBD Kebumen dan APBN 2019. Yaitu bantuan dari APBD berupa benih padi varietas inpari 32 dan inpari 42 total 7.250 kg untuk luas lahan 290 hektar. Bantuan tersebut untuk kelompok tani di Desa Tirtomoyo dan Soka (Poncowarno), serta Desa Argopeni Kecamatan Ayah.

Sedangkan Jagung varietas NK Perkasa seluas 100 hektar dengan total benih 1.500 kg untuk di Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren.

Selanjutnya, bantuan yang bersumber dana APBN, bantuan benih padi seluas 11.171 hektar dengan jumlah total  279.275 kg. Bantuan ini untuk 304 Poktan/Gapoktan di 20 Kecamatan. Kemudian, bantuan benih padi gogo seluas 1.000 hektar untuk 4 Kecamatan, benih jagung 13.125 kg untuk lahan 815 hektar di 6 Kecamatan.

Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, meminta kepada para penerima bantuan agar benih ditanam pada musim tanam ini. Kemudian, segera lakukan tanam padi setelah musim hujan tiba. Arif juga mengimbau para petani agar ikut asuransi lahan tanaman padi.

"Sebagai antisipasi terjadinya gagal panen, akibat banjir atau hama penyakit tanaman. Seperti yang terjadi akibat kemarau panjang ini, jumlah lahan puso di Kabupaten Kebumen mencapai 1.488 hektar," kata dia. 

Menurutnya, dengan mengikuti asuransi, para petani akan aman dan terlindungi. Paling tidak modal untuk bertanam lagi sudah tersedia.

"Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga perlu terus dimantapkan dan dikembangkan. Sehingga menjadi lembaga yang benar-benar handal dan mandiri serta mampu mengelola agribisnis," tegasnya.(*)
Powered by Blogger.