Jelang Musim Tanam, 24 Petani Jatimulyo Petanahan Ikuti Lomba Balap Traktor

Serunya Lomba Balap Traktor di Jatimulyo Petanahan 
Jelang Musim Tanam, 24 Petani Jatimulyo Petanahan Ikuti Lomba Balap Traktor
Peserta lomba balap traktor berebut menjadi yang tercepat
www.inikebumen.net PETANAHAN - Pemerintah Desa Jatimulyo Kecamatan Petanahan punya cara unik untuk membuat pertunjukan yang menghibur bagi masyarakat sekitar. Mereka menggelar lomba balap traktor diareal persawahan desa setempat, Sabtu, 28 Desember 2019.

Traktor yang biasanya digunakan untuk membajak sawah, di tempat ini digunakan sebagai ajang balap layaknya balap mobil atau motor. Sebanyak 24 peserta ikut unjuk keahlian dalam mengendalikan serta memacu traktornya di area persawahan penuh lumpur  yang disulap menjadi sebuah sirkuit balap.

Para petani beradu cepat di lintasan persawahan dengan mengemudikan mesin pembajak sawah atau traktor tangan.

Peserta memutar gas tangan dan memacu traktornya hingga melewati bendera yang berada di ujung sirkuit. Setelah itu mereka akan kembali ke garis finish. Diujung garis, ada juri untuk memastikan peserta yang finish terlebih dahulu. Peserta paling cepat itulah dinyatakan sebagai pemenangnya.

Meski mandi lumpur, para peserta mengaku senang dengan ajang yang digelar perdana ini. Untuk para pemenang, panitia memberikan hadiah berupa tangki semprot elektrik, tangki semprot manual dan kipas angin.

Lomba yang dibuka oleh Bupati Yazid Mahfudz, berlangsung meriah. Sejumlah pejabat ikut menyaksikan lomba unik tersebut, diantaranya Wakil Ketua DPRD Kebumen Fuad Wahyudi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Tri Haryono, Camat Petanahan.

Kepala Desa Jatimulyo Sabit Banani, mengatakan lomba balap traktor digelar menjelang musim tanam di desanya. Peserta yang mengikuti lomba itu merupakan perwakilan kelompok tani di desanya.

"Salah satu tujuan kegiatan ini untuk membangun kebersamaan salah satunya dengan inovasi balap traktor," ujarnya.

Namun terpenting, lanjutnya, tujuan lomba ini untuk menguji ketangkasan dan ketrampilan petani dalam menggunakan alat mesin pertanian (alsintan). "Artinya jauh hari sebelum bertanding pasti mereka rajin latihan menggunakan traktor dengan demikian mereka akan semakin mahir," kata dia.

Selain itu, kata Sabit, tujuan diadakannya lomba traktor yang menyedot perhatian warga ini untuk memberi edukasi dan hiburan kepada petani dan warga sekitar.

"Tujuannya mengemas edukasi dan entertain. Kita mengedukasi petani bagaimana mempercepat proses tanam dan memberikan hiburan," imbuhnya.

Traktor yang digunakan dalam lomba ini, traktor standar dan sudah disiapkan oleh panitia lomba yang telah disiapkan panitia. Peserta tidak boleh membawa traktor sendiri.

Selain lomba balap traktor, juga digelar lomba gogoh lele. Untuk lomba ini hanya dikhususkan untuk anak-anak usia SD hingga SMP.(*)
Powered by Blogger.