Memperihatinkan, Sedulur Kebumen Bakal Perbaiki Rumah Janda di Alian

Rumah sangat sederhana itu memang layak dibantu. Mengingat kondisinya memperihatinkan, lantainya dari tanah liat, tak ada meja kursi dan hanya ada sebuah dipan dari bambu tanpa kasur.
Memperihatinkan, Sedulur Kebumen Bakal Perbaiki Rumah Janda di Alian
Tim Sedulur Kebumen melakukan survei rumah yang akan dibedah
www.inikebumen.net ALIAN - Komunitas Sedulur Kebumen kembali melanjutkan program bedah rumah. Program peduli sosial memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke-22 kali ini akan memperbaiki rumah milik Supriyati (49), warga RT 01 RW 02 Desa Krakal, Kecamatan Alian. 

Rumah Supriyati bakal perbaiki total karena sudah reyot, sedangkan pemiliknya tidak mampu memperbaikinya. Bahkan, rumah dari papan dan bambu seluas 4x6 meter itu selama sekitar 17 tahun ditempati wanita paruh baya itu bersama keenam anaknya dan belum tersentuh bantuan.

Tim Sedulur Kebumen melakukan survei awal untuk bedah rumah tersebut, Jumat pagi, 27 Desember 2019. Survei dipimpin Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, diikuti oleh Kasdim 0709 Kebumen Mayor Pandiangan, Pemilik Muncul Group Sugeng Budiawan, serta aktivis Sedulur Kebumen lainnya. Pada kesempatan itu survei juga diikuti oleh Irjen (Purn) Harwiyanto, mantan Pati SSDM Polri dan pernah bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

"Program peduli sosial yang diinisiasi anggota Sedulur Kebumen perlu didukung karena sangat positif untuk membantu masyarakat kecil tanpa ada sekat birokrasi," kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, disela-sela survei.

Menurutnya, Rumah sangat sederhana itu memang layak dibantu. Mengingat kondisinya memperihatinkan, lantainya dari tanah liat, tak ada meja kursi dan hanya ada sebuah dipan dari bambu tanpa kasur.

Bahkan dapur yang digunakan Supriyati untuk memasak hanya berdinding dan atap dari plastik terpal.  Tak ada kompor gas, hanya ada tungku kecil dan tumpukan ranting pohon sebagai bahan bakar untuk memasak. Bahkan untuk keperluan mandi cuci dan kakus (MCK), keluarga itu menumpang  ke rumah tetangga.

Kepala Desa Krakal Agus Parwidi mengatakan, sebenarnya bantuan untuk memperbaiki rumah Supriyati sudah tiga kali ditawarkan. Namun berhubung keterbatasan biaya, wanita itu selalu menolak.

"Bantuan bedah rumah dari program Pemerintah  desa sifatnya hanya membantu, sisanya ditanggung  oleh penerima. Untuk itu kami berharap apabila  ada bantuan untuk bedah rumah dari donatur lain, kami pun siap turut membantu," ujarnya.(*)
Powered by Blogger.