pendaftaran mahasiswa baru UPB

Alhamdulillah, 422 KPM Diwisuda Dalam Gebyar PKH Kecamatan Rowokele

Salah satu KPM yang diwisuda, Saniyah dari Desa Bumiagung Kecamatan Rowokele merasa sangat gembira dan memiliki kesan tersendiri bisa ikut diwisuda. 
Alhamdulillah, 422 KPM Diwisuda Dalam Gebyar PKH Kecamatan Rowokele
Perwakilan KPM yang diwisuda melakukan foto bersama
INI Kebumen, Rowokele - Gebyar Program Keluarga Harapan (Gebyar PKH) dengan tema “Sejahtera Mandiri Menuju Indonesia Jaya” digelar di Lapangan Kecamatan Rowokele, Minggu, 15 Maret 2020.

Dalam acara yang diselenggarakan Tim Pendamping PKH Kecamatan Rowokele tersebut diwisuda 422 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) graduasi berdikari sejahtera yang sudah entas dari kemiskinan dan keluar dari PKH.

Dalam acara tersebut Camat Rowokele Joko Ganjar Supramono membacakan sambutan tertulis Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto selaku KetuaTim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Kebumen.

Disampaikan oleh Arif, bahwa diwisudanya 422 KPM Graduasi Berdikari Sejahtera merupakan komitmen dan bukti nyata keberhasilan seluruh SDM PKH, khususnya Pendamping PKH dalam membantu KPM untuk sejahtera dan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen.

"Terima kasih kepada SDM PKH Kabupaten Kebumen yang sudah bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas membantu KPM PKH keluar dari lingkaran kemiskinan," kata Arif dalam sambutan tertulisnya.

Melalui Gebyar PKH, Ketua Panitia Wahyu Setianingrum, berharap adanya jalinan silaturahmi antar Keluarga KPM PKH. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada KPM graduasi berdikari sejahtera yang sudah entas dari kemiskinan.

"Serta memberikan motivasi kepada KPM yang lain supaya menjadi lebih mandiri secara ekonomi, serta sebagai bukti dedikasi dan kinerja SDM PKH dalam mengentaskan kemiskinan di Kebumen melalui Program Keluarga Harapan (PKH)," terangnya.

Gebyar PKH diisi berbagai kegiatan dari senam bersama, donor darah, khitanan masal dan santunan anak yatim. Wahyu menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, seperti Lazismu Kebumen, RS PKU Muhammadiyah Gombong, BNI Kebumen, Sanjaya Motor dan PMI Kebumen.

Hadir dalam acara tersebut Kasi Jamsos Dinas Sosial Provinsi Jateng Didik Prawata, Kabid Linjamsos Dinsos PPKB Kabupaten Kebumen selaku Ketua PPKH Kabupaten Kebumen Ika Kusuma Siswandari. Camat Rowokele Joko Ganjar Supramono, Korwil PKH Jateng II M Arif Rohman Muis, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Kebumen Regional Barat Muri Kunjono, Pekerja Sosial Supervisor PKH, Administrator Pangkalan Data (APD), Pendamping PKH dan 2.621 KPM PKH.

Salah satu Pekerja Sosial Supervisor PKH Kebumen Jakra Hadepa Riyadi, mengatakan, bahwa menjadi Pendamping PKH memang bukan tugas yang mudah. "Pendamping memiliki beban tugas yang sangat berat, yaitu untuk memberdayakan KPM sehingga menjadi keluarga sejahtera. Oleh karena itu, seorang Pendamping harus menjalankan perannya secara profesional, santun dan berintegritas tinggi," ujarnya.

Sementara itu salah satu KPM yang diwisuda, yaitu Saniyah dari Desa Bumiagung Kecamatan Rowokele merasa sangat gembira dan memiliki kesan tersendiri bisa ikut diwisuda.

Keluarganya awalnya miskin pada saat masuk menjadi peserta PKH tahun 2014. Dengan menjadi peserta PKH, Saniyah sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan pengembangan usaha jamu tradisionalnya.

"Motivasi yang selalu diberikan pendamping dan adanya pembelajaran mengelola usaha di Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) membuat saya lebih paham memanfaatkan bantuan PKH untuk pengembangan usaha jamu tradisional," terangnya.

Sekarang Saniyah setidaknya memiliki penghasilan rata-rata 2 juta per bulan. Hal ini membuatnya sadar, bahwa ia sudah tidak layak menjadi peserta PKH dan merasa sudah mampu karena suami juga memiliki penghasilan. Dengan kesadaran sendiri Saniyah mengundurkan diri dari PKM PKH sejak Januari tahun 2020.(*)
Powered by Blogger.