Aparat Tak Netral dan Politik Transaksional Rawan Terjadi di Pilkada Kebumen

Partai Politik diminta meningkatkan pendidikan politik yang intensif kepada masyarakat
Isu strategis pengawasan pada Pilbup Kebumen 2020
INI Kebumen, Kebumen - Meski Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) jelang Pilbup Kebumen 2020 masuk kategori sedang, namun Bawaslu Kebumen memetakan empat isu strategis yang rawan terjadi.

Yakni potensi keberpihakan aparat pemerintahan, politik transaksional, penyebaran isu hoaks dan ketidakakuratan daftar pemilih tetap yang terdapat di basis data.

Bawaslu Kebumen telam memaparkan Diseminasi Hasil IKP Pilbup Kebumen 2020 di Hotel Mexolie Kebumen, Selasa, 10 Maret 2020.

Meski dimensi kontestasi 43,98 atau dimensi kompetisi pasangan calon berada di level sedang. Namun dimensi ini adalah dimensi yang seksi dimana didalamnya ada subdimensi politik transaksional (politik uang), tim kampanye dan tim sukses.

Baca juga: Rendahnya Partisipasi Pemilih di Pilbup Kebumen Masih jadi Ancaman

"Ini menjadi isu strategis untuk pengawasan yang lebih. Karena politik uang adalah pelanggaran yang seringkali rumit dalam penangananya tetapi menjadi fenomena pembicaraan massif di ruang publik," kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kebumen, Badruzzaman.

Dengan adanya pemetaan potensi kerawanan, Bawaslu merekomendasikan kepada penyelenggara Pemilu. Yakni agar meningkatkan pelayanan dalam meningkatkan akurasi data pemilih dan partisipasi masyarakat.

Partai Politik diminta meningkatkan pendidikan politik yang intensif kepada masyarakat sepanjang tahapan Pilbup Kebumen 2020. Kepada pemerintah daerah melalui Desk Pilkada Pemda agar mengintensifkan pertemuan-pertemuan. Seperti forum Forkompimda, Forkompimcam, tokoh-tokoh agama untuk konsolidasi pencegahan potensi kerawanan.

Kepolisian, TNI dan BIN Daerah diminta agar tetap menguatkan koordinasi untuk mecegah konflik horizontal dan vertical. Meski pemetaan IKP pada konteks sosial dan politik Kebumen mendapat skor sedang (44,32).

"Kepada organisasi kemasyarakatan dan pemuda agar memperluas jaringan kepedulian dan pemantauan untuk meningkatkan kesadaran politik yang demokratis," ujarnya.(*)
Powered by Blogger.