RSDS Kebumen jadi Rumah Sakit Rujukan Lini Kedua Penanganan Corona

"Kami telah mempersiapkan ruang isolasi khusus di IGD, ICU dan bangsal dengan 38 tempat tidur. Saat ini sedang dalam persiapan," kata Yazid Mahfudz.
RSDS Kebumen jadi Rumah Sakit Rujukan Lini Kedua Penanganan Corona
Bupati Yazid Mahfudz, bersama Forkopimda meninjau kesiapan RSDS Kebumen
INI Kebumen, Kebumen - Rumah Sakit Umum Daerah dr Soedirman (RSDS) Kebumen ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan lini kedua penanganan pasien terindikasi COVID-19 atau Corona. Penetapan dilakukan pada 16 Maret 2020.

Dengan penunjukkan ini, jika nanti rumah sakit rujukan utama tidak mampu lagi menampung pasien corona, maka RSDS yang merawatnya. Nantinya, rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan untuk perawatan orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif COVID-19.

Bupati Yazid Mahfudz, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Kebumen dan OPD terkait lainnya melakukan pengecekan terkait kesiapan RSDS, Selasa, 17 Maret 2020.

Manajemen RSDS Kebumen telah menyiapkan 5 ruang perawatan untuk ODP, PDP dan penderita COVID-19. Sedangkan jumlah tenaga medis dan dokter yang dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan, 20 orang.

Bupati Yazid Mahfudz, mengatakan RSDS Kebumen telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan lini kedua penanganan pasien terindikasi COVID-19.

"Kami telah mempersiapkan ruang isolasi khusus di IGD, ICU dan bangsal dengan 38 tempat tidur. Saat ini sedang dalam persiapan," kata Yazid Mahfudz.

Hingga saat ini, lanjut Bupati, di Kabupaten Kebumen ada 16 orang dalam pengawasan (OPD) dan 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sedangkan, stok alat pelindung diri (APD) khusus COVID-19 sebanyak 60 buah, masker sebanyak 100 ribu, masker N95 sebanyak 140 dan kaca mata google sebanyak 31 buah.

"Yang perlu dibantu VTM (Virus Transport Medium). Kami mohon bisa dibantu Pemprov Jateng," ujarnya.

Baca juga: Terkait Penanganan COVID-19, Bupati Kebumen  Video Conference dengan Gubernur Jateng

Menurut Yazid, meningkatnya jumlah ODP dan PDP di Kebumen salah satunya disebabkan semakin banyak warga Kebumen yang mudik. Mereka selama ini berdomisili di beberapa daerah di Jateng, Jakarta, serta daerah lain.

"Pemkab Kebumen memutuskan selama 14 hari ke depan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, ditunda. Kepada masyarakat dihimbau tidak mengadakan kegiatan dengan peserta banyak orang," ungkapnya.

Jika setelah 14 hari jumlah ODP dan PDP tidak bertambah, lanjutnya, keputusan itu bisa dicabut. Namum jika ODP dan PDP bertambah, keputusan itu dilanjutkan.

Agar lebih mengefektifkan pencegahan COVID–19 di Kebumen, Pemkab Kebumen telah membentuk Gugus Tugas COVID. Gugus tugas itu diharapkan bisa mememperluas cakupan edukasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Kebumen. Gugus tugas dipimpin Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Sebelumnya, Bupati Yazid Mahfudz, melakukan video confrence dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa, 17 Maret 2020. Video confrence bersama dengan 35 bupati/walikota se Jateng itu terkait dengan penanganan wabah COVID-19 atau Corona.

Acara yang diselenggarakan di Ruang Arungbinang Komplek Rumah Dinas Bupati itu dihadiri oleh Wakil Bupati H Aris Sugiyanto SH. Kemudian, Kapolres  AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang dan Kepala Kejari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono.

Sejumlah pejabat juga terlihat hadir, diantaranya, Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Kepala Dinas Kesehatan HA Dwi Budi Satrio, Para Asisten Sekda, Kepala RSUD Kebumen dan Prembun, serta stakeholder terkait lainnya.(*)
Powered by Blogger.