Berantas Peredaran Narkoba, BNN Ingin Gandeng Pondok Pesantren

Bisa membentuk satgas khusus di pesantren
Berantas Peredaran Narkoba, BNN Ingin Gandeng Pondok Pesantren
Ilustrasi
INI Kebumen, SEMARANG - Kerjasama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah dengan Pemprov terus berlanjut dalam upaya memberantas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Termasuk salah satunya menggandeng pondok pesantren di Jateng.

Akibat pandemi Covid-19, kegiatan seperti sosialisasi dan lainnya yang beberapa waktu lalu berjalan dan selalu dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun sempat terhenti. Nantinya jika sudah memungkinkan dan diizinkan untuk dilakukan sosialisasi, kegiatan semacam itu direncanakan akan dilakukan lagi.

Saat audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di rumah dinas Jalan Rinjani, BNN Jateng yang diwakili Kasi Intel Kunarto, Kabid Brantas Kombes Arif Dimjati, Kabid P2M Susanto dan Kabid Rehab Teguh Susanto menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan melalui kerjasama yang baik antar berbagai pihak terkait.

Kasi Intel Kunarto mengatakan pihaknya berharap BNN bisa masuk dan menggandeng pondok pesantren di Jateng untuk pemberantasan narkoba.

“Memang sudah ada beberapa pesantren yang khusus untuk merehabilitasi dan sudah kerjasama dengan BNN, kita ingin lebarkan lagi. Karena pernah ada kasus pengedar dan pemakai tinggal di pesantren, kami butuh kerjasama semua pihak," ujarnya.

BNN, imbuhnya, juga meminta Wagub untuk membantu mendorong proses penyusunan perda inisiatif, fasilitasi pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan peredaran narkoba yang sedang disusun Pansus DPRD Jateng.

"Kan BNN juga membina pesantren-pesantren maupun yayasan yang konsen di bidang rehabilitasi pecandu narkoba bisa kita sambungkan lagi. Kita aktifkan lagi. Bisa membentuk satgas khusus di pesantren terkait pemberantasan narkoba," paparnya.

Dalam upaya pemberantasan, penanggulangan dan pencegahan narkoba, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin meminta BNN juga melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

“Sosialisasi harus terus kita lakukan, kalau perlu gandeng tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk turut serta mennyosialisasikan bahaya narkoba, terutama pada anak-anak muda,” katanya.(*)
Powered by Blogger.