Keren, KTH Pansela Ayah Kembangkan Kopi dari Biji Mangrove

Meski bahan dasarnya dari biji bakau, namun Kopi Mangrove rasanya tak kalah nikmat dengan kopi pada umumnya.

Keren, KTH Pansela Ayah Kembangkan Kopi dari Biji Mangrove
Acara pelatihan Kopi Mangrove
INI Kebumen, AYAH - Kelompok Tani Hutan Pantai Selatan (KTH Pansela) Ayah, berhasil mengolah biji mangrove sebagai bahan dasar kopi. 

Kopi mangrove menjadi salah satu varian kopi terbaru yang hadir berkat tangan-tangan terampil para petani Mangrove Ayah. Para petani memanfaatkan biji mangrove ini sebagai bahan dasar kopi.

Meski bahan dasarnya dari biji bakau, namun Kopi Mangrove rasanya tak kalah nikmat dengan kopi pada umumnya. 

Untuk mengembangkan inovasi terbarunya, anggota KTH Pansela dan warga Desa Ayah dilatih cara mengolah dan menyajikan kopi. 

Pelatihan yang menghadirkan narasumber Founder Yuam Roasted Coffe, Yuri Dullah, itu digelar di Aula Hutan Mangrove Ayah, Kamis, 3 Juni 2021.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Perkim LH Kebumen, Siti Durohtul Yatimah. Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VIII Kebumen Aji Darmaji dan Kepala Desa setempat.

Keren, KTH Pansela Ayah Kembangkan Kopi dari Biji Mangrove
Segelas kopi dari hasil pelatihan Kopi Mangrove

Ketua KTH Pansela, Kambang Trihadi, menuturkan Kopi Mangrove dibuat dari biji tanaman mangrove kemudian diolah menjadi bubuk berwarna hitam.

Minuman unik ini dibuat dari bahan utama buah mangrove jenis rhizopora stylosa yang banyak ditemui di Kawasan Ekosisten Esensial Mangrove Muara Kali Ijo Ayah.

"Kita ambil dari buah rizhopora (rhizopora stylosa), diambil bonggol propagolnya," kata Kambang, disela-sela pelatihan. 

Menurutnya, pembuatan Kopi Mangrove dimulai dengan pengumpulan buah dari hutan mangrove yang dilakukan oleh anggota kelompok tani. 

Selanjutnya buah dikeringkan dengan cara dijemur atau dioven sampai benar-benar kering. Setelah kering barulah buah mangrove disangrai sampai berwarna kehitaman yang selanjutnya digiling hingga halus menyerupai bubuk kopi. 

"Kita pengin kopi ini bisa dikenal luas dan jadi ikon Mangrove. Tujuannya untuk meningkatkan masyarakat di Kawasan Hutan Mangrove Ayah," ujar dia. 

Yuri Dullah, mengungkapkan Kopi Mangrove, masuk kategori minuman baru. Yang hampir sama dengan minuman kelas dunia. 

"Ini istimewa. Kebumen punya Kopi mangrove, kalau ini disajikan dengan alat yang lebih modern hasilnya lebih bagus," tegasnya.

Siti Durohtul Yatimah, mengatakan pelatihan Kopi Mangrove merupakan program penguatan kelembagaan dalam pelestarian lingkungan hidup. 

Tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar Kawasan Ekosisten Esensial Mangrove Muara Kali Ijo Ayah. Sehingga mereka tidak hanya menjaga konservasi ekosistem mangrove. Tetapi juga ada nilai ekonomi.

"Yang ditanam itu kank propagolnya, bonggolnya dibuang. Sehingga bonggol dijadikan kopi dan tidak ada yang dibuang," terangnya.

Siti berharap, masyarakat setempat semakin berdaya dari sisi ekonomi. Sehingga mereka tidak hanya bergantung pada sisi pariwisata. 

"Tetapi juga ada nilai ekonomi lebih yang bisa diambil dari Kawasan Esensial Mangrove tanpa merusak dari fungsi kawasan itu sendiri," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.