Besok, Pembelajaran Tatap Muka di Kebumen Dimulai Secara Terbatas

"Untuk guru yang tempat tinggalnya masih di level 4 seperti di Kabupaten Purworejo, belum diperkenankan mengajar di Kebumen," jelas Bupati.

Besok, Pembelajaran Tatap Muka di Kebumen Dimulai Secara Terbatas
Pada 2020 lalu, siswa SD di Desa Kalijering, Padureso sempat belajar menggunakan HT. (Ilustrasi)
INI Kebumen KEBUMEN -  Sekolah-sekolah di Kebumen diizinkan memulai Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas imulai  Rabu, 19 September 2021. Langkah ini diambil menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kebumen telah diturunkan ke Level 3.

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang PPKM, bahwa daerah yang masuk PPKM di level 3 dapat diizinkan untuk melaksanakan PTM secara terbatas dengan kapasitas 50 persen.

Hal itu dikatakan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, usai rapat dengan Dinas Pendidiakan  dan sejumlah pejabat terkait di Gedung Setda, Kebumen, Selasa, 31 Agustus 2021.

"Alhamdulillah per 30 Agustus kemarin Kebumen sudah di level 3, sehingga mulai 1 September besok, kita izinkan untuk kegiatan PTM, dengan kapasitas terbatas sebanyak 50 persen dari jumlah siswa," ujarnya.

Menurutnya, PTM harus dilakukan secara bertahap. Sehingga PTM ini sekaligus bisa dijadikan simulasi atau percontohan bagaimana menerapkan sistem sekolah tatap muka yang baik, agar guru dan siswa bisa belajar secara maksimal, terhindar dari penularan Covid-19.

"Jadi untuk SMK dan SMA itu ada simulasi dulu dua minggu. Baru setelah aman, kita tingkatkan PTM terbatas tadi. Kemudian SD dan SMP kita adakan simulasi dulu tiga hari, baru setelah kita tingkatkan lagi ke PTM terbatas tadi," terangnya.

Bupati meminta agar dinas dan kecamatan melakukan pemantauan yang intensif selama simulasi ini. Pastikan semua proses PTM ini bisa berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Jika tidak, maka sekolah tersebut bisa dikenakan teguran atau sanksi dari pemerintah. 

Selain kapasitasnya yang terbatas 50 persen, dalam PTM ini Bupati juga meminta semua sekolah menyiapkan seluruh sarana dan prasarana yang mendukung Prokes. Siswa dan guru dilarang bersalaman, murid membawa bekal sendiri, dan harus taat prokes.

"Untuk guru yang tempat tinggalnya masih di level 4 seperti di Kabupaten Purworejo, belum diperkenankan mengajar di Kebumen," jelas Bupati.

Bupati menambahkan, pemerintah secepatnya akan melaksanakan progam vaksinasi untuk para siswa di atas usia 12 tahun ke atas. Program vaksinasi bagi para siswa ini jelas sangat mendukung kesuksesan PTM di Kebumen. Karena siswa bisa terlindungi dari bahaya virus.

"Yang terpenting status level 3 ini  jangan sampai naik lagi ke level 4. Malah sebisa mungkin kita harus turun lagi ke level 2. Kita percaya bisa melakukan itu, kalau semua bisa saling kerjasama, saling suport, dan menerapkan aturan itu dengan baik," tandas Bupati.(*)

Powered by Blogger.