Kejar Target Vaksinasi, Taj Yasin: Terapkan Vaksinasi Jemput Bola Pada Lansia

Lansia 70 persen harus divaksin terlebih dahulu, baru kemudian masyarakat.

Kejar Target Vaksinasi, Taj Yasin: Terapkan Vaksinasi Jemput Bola Pada Lansia
Wagub Taj Yasin saat kunjungan kerja di Pemalang
INI Kebumen PEMALANG - Berbagai upaya harus dilakukan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengejar target vaksinasi Covid-19, terutama bagi kalangan lanjut usia (lansia). 

Salah satunya dengan menggalakkan vaksinasi jemput bola atau mendatangi rumah-rumah warga lansia. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di sela pelaksanaan program 'Satu Desa Satu Desa Dampingan' di Desa Purwosari, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Rabu, 3 November 2021.

Taj Yasin menyebutkan, Kabupaten Pemalang saat ini masih level 3. Kondisi tersebut bukan karena faktor jumlah kasus yang meningkat, melainkan masih banyak masyarakat yang belum divaksin Covid-19, terutama kalangan lanjut usia.  

Melihat kondisi ini Taj Yasin berharap apabila lansia tidak bisa mendatangi sentra vaksin, maka penyelenggara vaksinasi bisa mendatangi tempat mereka, sistem jemput bola. 

"Tadi saya sudah bicara dengan Pak Camat Comal, di wilayah sini yang belum banyak divaksin adalah lansia. Maka saya berharap, kalau memang lansia tidak bisa datang, maka kita jemput bola, door to door, kita datangi," kata Taj Yasin. 

Pelaksanaan vaksinasi door to door, menurutnya, harus didahului dengan proses pendataan lansia penerima vaksin dan siapa saja dari mereka yang tidak bisa datang ke sentra vaksin. Pada mereka yang tidak bisa datang inilah petugas yang menjemput bola atau mendatangi rumah lansia yang bersangkutan. 

"Lansia 70 persen harus divaksin terlebih dahulu, baru kemudian masyarakat. Di Pemalang tingkat vaksinasi sudah tinggi, tapi masalahnya lansia yang belum (masih rendah). Lansia kalau mendatangkan vaksin ke kecamatan masih banyak yang mendaftar," terangnya. 

Taj Yasin juga mengingatkan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk mengecek batas waktu penyuntikan vaksin guna menghindari vaksin kedaluwarsa. 

Ia meminta dinas kesehatan kabupaten/kota untuk mengecek dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terkait pelaporan hasil pengecekan vaksin yang belum disuntikan. 

"Masyarakat sudah bosan hidup di rumah saja, masyarakat ingin anak-anak kembali aktif sekolah, bepergian nyaman. Salah satunya supaya itu semua dapat dilaksanakan adalah kalau kita semua sudah divaksin. Maka saya nitip agar vaksinasi terus diperbanyak," pintanya. 

Dalam sambutannya, Taj Yasin meminta semua warga senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup sehat. 

Terlebih pandemi Covid-19 sampai saat ini belum selesai karena kasus penularan virus Covid-19 masih ada. Dia mengingatkan, walaupun secara umum kasus sudah turun, tetapi tetap harus waspada.(*)

Powered by Blogger.