Tandhur, Aplikasi Big Data Impian Ganjar Untuk Tingkatkan Pertanian

Sistem itu nantinya akan digunakan untuk melengkapi data dan program yang sudah dijalankan di Jawa Tengah yakni Kartu Tani. 

Tandhur, Aplikasi Big Data Impian Ganjar Untuk Tingkatkan Pertanian
Ganjar memerhatikan presentasi aplikasi Tandhur.
INI Kebumen SEMARANG -  Hanya dalam waktu dua minggu tantangan Gubernur Jawa Tengah untuk membuatkan sistem yang dapat memonitoring sekaligus mengevaluasi sektor pertanian di Jawa Tengah langsung diwujudkan oleh Albertus Gian, Anindita Pradana Suteja dan Pandu Yudha lewat aplikasi Thandur.  

"Saya bersama mbak Anindita dan mas Pandu datang kembali, menjawab janji kami bahwa kami bisa menghadirkan sebuah sistem itu," kata Gian di temui di rumah dinas Ganjar, Selasa, 16 November 2021.

Gian menerangkan, sistem yang ditawarkan itu berbentuk software. Sistem itu nantinya akan digunakan untuk melengkapi data dan program yang sudah dijalankan di Jawa Tengah yakni Kartu Tani. 

"Kami akan melakukan uji coba di enam eks karesidenan di Jateng. Nanti akan dilihat apakah hasilnya sesuai yang diinginkan atau ada penambahan, sebelum bisa diimplementasikan ke seluruh daerah di Jawa Tengah," terangnya. 

Sementara Pandu yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada ini menerangkan, sistem Tandhur merupakan aplikasi yang sangat sederhana. Sistem itu nantinya akan merepresentasikan posisi lahan di Jawa Tengah untuk mengetahui berapa luas lahan pertaniannya. 

"Selain itu, kami juga melakukan mapping (pemetaan) lahan dari sisi karakteristiknya seperti apa. Dengan mapping itu, maka akan diketahui lahan itu cocok untuk digunakan tanaman apa," jelasnya. 

Tidak hanya itu, sistem tersebut lanjut Pandu juga bisa melihat seperti apa perilaku petani dalam budidaya serta penggunaan sarana produksinya. Konsumsi pupuk dan penggunaan bahan kimia dapat terdeteksi untuk dianalisis dari segi finansialnya. 

"Output akhir adalah kami bisa memetakan estimasi hasil produksi. Karena ini penting untuk menentukan harga, melihat suply and demand (menawaran dan permintaan) termasuk penentuan spot dan zona produksi. Semua itu nantinya akan terintregasi hanya dalam satu sistem ini," jelasnya. 

Dari pertemuan itu, Ganjar sangat setuju dan meminta segera dilakukan uji coba. Gian mengatakan, pihaknya menargetkan awal Desember sistem itu sudah bisa dijalankan. 

"Besok kita langsung diminta pak Ganjar menindaklanjuti dengan dinas terkait, minggu depan kita sudah punya model kerja dan awal Desember sudah bisa dikerjakan," pungkasnya. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan siap mendukung terwujudnya sistem itu. Kepada Gian, Anindita dan Pandu, Ganjar meminta sistem itu segera diujicobakan. 

"Ini keren, dari paparannya sudah sesuai dengan keinginan saya. Saya minta segera diujicobakan. Jangan lama-lama, kalian butuhnya apa langsung bilang ke kami," ucapnya. 

Tidak hanya itu, data tersebut juga penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan data itu, maka pemerintah bisa mengetahui apakah pangan surplus atau tidak, apakah butuh impor atau tidak dan sebagainya. 

"Sehingga kita tidak berkelahi terus soal itu. Ini _lho_ datanya sudah ada. Sekaligus dengan data ini kan kita jadi tahu, besok musim panen padi, kira-kira panen sekian ton. Jualnya ke mana. Cabai, jagung, kedelai dan lainnya. Bahkan lebih jauh kita bisa mengendalikan soal harga, sehingga petani tidak terus merugi," jelasnya. 

Ganjar mengatakan dirinya memang sudah sejak lama ingin memperbaiki sektor pertanian. Perbaikan hanya bisa dilakukan jika data pertanian benar-benar akurat. 

"Jadi mimpi saya itu pengen punya data, siapa, tanam apa, di mana, luas lahan berapa dan kalau panen estimasinya berapa. Kalau data itu bisa kita miliki, maka kebijakan-kebijakan pertanian akan tepat sasaran," tandasnya.(*)

Powered by Blogger.