Eri Listiawan, Terpilih jadi Kades Grenggeng Hanya dengan Modal Rp 5 Juta

Jangankan untuk muwur kepada calon pemilihnya, saat pelantikan, Eri terpaksa memakai seragam bekas ayahnya yang juga mantan kepala desa. 
Eri Listiawan, Terpilih jadi Kades Grenggeng Hanya dengan Modal Rp 5 Juta
Eri Listiawan, setelah dilantik sebagai Kades Grenggeng
www.inikebumen.net KEBUMEN - Eri Listiawan, resmi menjabat Kepala Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar, periode 2019-2025. Pria  yang lahir pada 26 Agustus 1987, ini mengucapkan sumpah jabatan dan dilantik sebagai kepala desa oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, di Pendopo Rumdin Bupati, Rabu pagi, 11 Desember 2019.

Eri Listiawan berhasil terpilih menjadi kepala desa melalui Plkades serentak gelombang III yang diselenggarakan pada 5 November 2019 lalu. Dia berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan 1.019 suara, jauh mengungguli calon lainnya. Yaitu, Turiman SH meraih 737 suara, Bayu Winarso 499 suara, Salim 786 suara dan Mamad Pujiono 133 suara.

Kepada inikebumen, Eri Listiawan, mengaku jika dirinya terpilih sebagai kepala desa tanpa melakukan wuwuran. Namun, karena masyarakat setempat percaya dengan berbagai program yang akan dilakukan selama enam tahun ke depan. 

"Silahkan kepada masyarakat ketika bisa membuktikan ada orang yang menerima wuwuran dari saya. Saya siap mundur," tegas mantan Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kebumen, usai pelantikan.

Jangankan untuk muwur kepada calon pemilihnya, saat pelantikan, Eri terpaksa memakai seragam bekas ayahnya yang juga mantan kepala desa.

Tak hanya itu, saat Pilkades lalu dia pun terpaksa meminjam uang dari sebuah bank sebesar Rp 5 juta. Uang sebesar itu digunakan untuk pemesanan baliho, dan alat peraga kampanye lainnya.

"Saya dibantu oleh teman-teman dari pemuda. Sehingga bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Baru Dilantik, 53 Kades di Kebumen Diminta Segera Susun APBDes 2020

Selain karena visi misinya, sebelum terpilih jadi kepala desa, Eri sudah aktif di kegiatan Karangtaruna di desa setempat. Saat dirinya menjabat Ketua Karangtaruan, bersama pengurus lainnya dia mencetuskan Pasar Pereng Kali yang masih eksis hingga saat ini.

"Ini panggilan jiwa untuk mendedikasi diri kepada desa. Kita perlu mengawal UU Desa dan ini dibutuhkan energi muda," tegasnya.

Dalam enam tahun ke depan, dia akan tidak memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Tetapi, juga regenarsi penerus di desanya. "Anak-anak kita siapkan agar siap menghadapi perkembangan jaman," tuturnya.

Pengembangan wisata reliji dan Desa Anyaman Panda akan tetap menjadi prioritasnya. Termasuk, akan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada sektor pertanian.

"Desa Grenggeng punya gunung dan sawah, alat pertanian akan kita modernisasi. Kita akan mengajak pemuda untuk mau turun ke sektor pertanian," imbuhnya.

Desa Grenggeng memiliki 10 RW dan 43 RT dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 7.000 jiwa.(*)
Powered by Blogger.